matabangsa.com – Medan | Hingga hari ini, gelombang bencana yang melanda berbagai wilayah Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025 terus berkembang. Polda Sumut mengonfirmasi dari total 212 kejadian bencana, masih terdapat 88 warga yagn belum ditemukan.
Kapolda Sumut melaporkan kepada Kapolri bencana didominasi tanah longsor, banjir dan puting beliung. Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling tinggi akibat curah hujan ekstrem.
Di antara wilayah yang paling terdampak, Tapanuli Selatan mencatat total 90 korban yang terdiri dari 17 orang meninggal dunia dan 83 luka-luka. Sementara itu, Mandailing Natal mengungsikan 400 warga akibat banjir dan longsor.
Petugas di lapangan bekerja tanpa henti. Ditsamapta, Brimob, dan SAR gabungan menyisir titik-titik yang masih terisolasi material longsor, terutama di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara yang paling parah terdampak.
Bidang Teknologi Informasi Kepolisian (TIK) menyalakan jaringan Starlink di beberapa daerah yang sempat terputus total akibat bencana. Langkah ini memungkinkan komunikasi antartim SAR berjalan lebih optimal.
Tim Dokkes Polda Sumut turut memberikan layanan medis kepada korban yang mengalami luka ringan hingga berat. Sejumlah posko darurat juga didirikan sebagai pusat laporan dan distribusi bantuan.
Polda Sumut saat ini menunggu dukungan helikopter Mabes Polri untuk mempercepat evakuasi dan distribusi logistik. Cuaca hujan deras membuat helikopter baru dapat diterbangkan pada esok pagi.
Sebanyak enam truk tanggap bencana telah dikirim menuju wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara membawa makanan, air minum, pakaian, serta selimut untuk warga.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa fokus utama Polda Sumut adalah menyelamatkan warga dan membuka akses wilayah yang tertutup.(***)
Tags: #SARSumut, #PoldaSumut, #BencanaAlam, #LongsorSumut, #BanjirSumut, #StarlinkPolri, #EvakuasiWarga, #PolriResponCepat, #SumutUpdate,
Foto: Tim SAR Polda Sumut bekerja menyisir area longsor untuk mencari warga yang dilaporkan hilang.






