Prioritas Daerah 3T, Pembimas dan Kasubdit Kelembagaan Ditjen Bimas Katolik Melaksanakan Sosialisasi Bantuan YAPI

Agama34 Dilihat

 


matabangsa.com – Sibolga: Bimas Katolik Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Kementerian Sosial akan melaksanakan Progran bantuan YAPI di seluruh wilayah keuskupan yang ada di Indonesia dan akan memprioritaskan wilayah keuskupan yang berada di dalam lingkup daerah 3T.

Bantuan YAPI atau Bantuan Sosial Atensi Yatim Piatu adalah program bantuan sosial yang diberikan kepada anak yatim piatu. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak yatim piatu dari keluarga kurang mampu, sehingga diharapkan akan bermanfaat guna memenuhi kebutuhan dasar anak termasuk dalam hal pendidikan dan kesehatan serta meringankan beban orang tua itu sendiri, Rabu 18 Februari 2025.

Dalam kesempatan ini Pembimas Katolik  Marihutta Pasaribu bersama dengan Kasubdit Pemberdayaan Umat Ditjen Bimas Katolik Rudy Andrianto didampingi Oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Sibolga melaksanakan sosialisasi terkait pelaksanaan program bantuan YAPI di Kantor Keuskupan Sibolga.

“Program ini dilingkungan Kementerian Agama sampai saat ini hanya Bimas katolik yang melaksanakan dan kami bekerjasama dengan kementerian sosial untuk memfokuskan ini terlaksana di daerah 3T terlebih dahulu namun dari kementerian Sosial Program ini sudah berjalan untuk seluruh Wilayah Indonesia secara merata artinya tidak menutup kemungkinan program ini akan kita laksanakan untuk Keuskupan Lainnya,” ungkap Rudy.

 

Baca Juga: Bikin Bangga Indonesia, Tim Riset MAN 1 Madina Raih Medali Emas di Malaysia Technology Expo 2025

Provinsi Sumatera Utara memiliki dua Wilayah Keuskupan yakni Keuskupan Sibolga dan Keuskupan Agung Medan namun pelaksanaan program ini akan di prioritaskan terlebih dahulu di Keuskupan Sibolga mengingat Wilayah Keuskupan Sibolga Mencakup Lebih banyak daerah-daerah tertinggal yang ada di Sumatera Utara. Pendamping Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Sibolga yakni Bapak Pasaribu bersedia dan berkomitmen membantu pihak Keuskupan Sibolga dalam Melaksanakan Evaluasi dan Pendataan Setiap Anak yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Bantuan ini.

“program ini sudah berlangsung lama, tetapi di tahun 2025 ini jumlahnya lebih signifikan meningkat, kami akan bantu dalam melakukan Asesmen dan pendataan,” ungkap beliau.(***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *