Psikolog Mengecam Pernyataan Baim Wong yang Menyebut Paula Verhoeven Manipulatif: Dia Perlu Pendampingan

Nasional33 Dilihat

matabangsa.com – Jakarta: MRamainya kontroversi setelah Baim Wong menyebut Paula Verhoeven seseorang yang manipulatif menuai tanggapan. Salah satunya dari Psikolog dr. Lita Gading.

Lita memberikan tanggapan keras terhadap pernyataan Baim Wong yang menyebut istrinya, Paula Verhoeven, sebagai orang yang manipulatif.

Baca Juga: Beredar Rekaman Suara Diduga Baim Wong yang Marahi Paula Verhoeven dan Asistennya: Ini Mau Ngapain?

Tuduhan ini mencuat dalam persidangan perceraian mereka yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu 12 Maret 2025.

Baim Wong secara terbuka menyatakan bahwa ia memiliki bukti untuk mendukung tuduhannya terhadap Paula.

“Saya ada buktinya dan saya akan kasih (buktinya) kenapa dia (Paula) manipulatif,” ujar Baim di hadapan media pada persidangan Rabu 12 Maret 2025 lalu/

Namun, pernyataan ini menuai kecaman dari Lita Gading.

Sang psikolog menilai bahwa tuduhan manipulatif yang dilontarkan Baim bisa berbahaya bagi Paula, terutama dalam konteks hak asuh anak.

Baca Juga: Baim Wong Beberkan Upaya Jaga Bonding Anak dengan Paula Verhoeven, Rutinitas yang Dilakukan Saat Bangun dan Sebelum Tidur

Lita menduga bahwa pernyataan ini sengaja diarahkan untuk menggiring opini publik dan memperlemah posisi Paula di mata hakim.

“Baim Wong, please dengarkan saya. Anda menggiring opini dengan menyatakan bahwa Paula manipulatif. Hati-hati Anda berbicara,” ujar Lita melalui akun TikTok pribadinya.

Lebih lanjut, Lita menjelaskan bahwa istilah manipulatif bisa dikaitkan dengan gangguan mental.

Baca Juga: Baim Wong Buka Suara Tentang Video Anak-anaknya Ketakutan Saat Bertemu Paula Verhoeven: Saya Nggak Sejahat Itu, Dia Manipulatif

Dalam sidang hak asuh anak, indikasi gangguan mental bisa menjadi faktor yang melemahkan posisi orang tua dalam mendapatkan hak asuh.

“Manipulatif itu bisa menjadi gangguan jiwa. Anda menggiring opini untuk mengarah ke sana. Dalam persidangan, jika seorang terindikasi gangguan jiwa maka hak asuh anak akan lemah,” lanjutnya.

Lita juga menyoroti perlunya pendampingan ahli kejiwaan dalam kasus ini. Ia menilai bahwa baik Baim maupun Paula seharusnya mendapatkan pengawalan dari profesional agar persidangan berjalan adil.

“Harusnya, di dalam persidangan didampingi oleh psikolog. Tapi, dia perlu adanya pendampingan dari seorang ahli jiwa karena ini bagian dari hak asuh anak,” tuturnya.

Baca Juga: Mengupas Pernyataan Baim Wong dan Paula Verhoevan Pembagian Waktu Dengan Anak-anaknya Usai Sidang Cerai Terbaru, Apakah Bertolak Belakang?

Selain menuduh Paula manipulatif, Baim juga sempat menyebut istrinya berselingkuh.

Lita menegaskan bahwa tuduhan perselingkuhan harus disertai dengan bukti kuat dan tidak boleh digunakan untuk menjatuhkan salah satu pihak dalam persidangan.

“Dan perselingkuhan, itu juga dibuktikannya sulit. Anda buktikan perselingkuhan itu dengan cara yang benar-benar adil. Jadi, jangan mengarahkan ke hal-hal yang melemahkan Paula. Dia punya hak bicara, dia punya hak dalam pengasuhan anak,” tambahnya.

Sementara itu, Paula Verhoeven memilih untuk tidak memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan yang dilontarkan Baim.

Baca Juga: Mewujudkan Khatam Al-Qur’an, Kemenag Padang Lawas Targetkan 690 Bacaan

Ia justru mengunggah beberapa foto dirinya saat berada di Melbourne dan menuliskan pesan reflektif.

“#allahummabarik Find joy in the calm moments,” tulis Paula di akun Instagramnya.

Selain itu, Paula juga membagikan ulang video ceramah dari Ustaz Irfan Rizki Haas yang menyinggung tentang pentingnya fokus memperbaiki diri di tengah fitnah dan pembicaraan negatif.

Baca Juga: Menyoal Izin Bersama Doa Anaknya, Pengacara Baim WOng dan Paula Verhoevan Beri Pernyataan Berbeda?

“Orang yang memfitnah kita, orang yang membicarakan kita di belakang, orang yang terus menjatuhkan harkat martabat kita, beliau mungkin membahayakan kita di dunia tapi kalau kita mau sadari fitnah mereka, ghibah mereka, sejatinya itu menguntungkan kita di akhirat. Maka biarkan mereka sibuk dengan urusan mereka dan kita sibuk untuk memperbaiki diri,” isi ceramah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *