Sosialisasi Pembukaan Bimbingan Teknis: Mahasiswa UMSU Dorong Penggunaan Pupuk Komsos di Desa Kolam

Hankam26 Dilihat

 

matabangsa.com – Medan: Sebagai makhluk sosial, kebutuhan kita akan makanan tidak dapat dipisahkan. Sayur mayur dan buah-buahan yang kita konsumsi sehari-hari harus tumbuh melalui proses penanaman oleh para petani. Penting bagi petani untuk memiliki pengetahuan dan teknik bertani yang benar agar hasil pertaniannya melimpah. Dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas pertanian, Serda Ramadani, seorang Babinsa di Kolam, hadir pada hari Sabtu, 14 Juli 2023, pukul 10.14 WIB untuk menghadiri Sosialisasi Pembukaan Bimbingan Teknis (pupuk Komsos Bumdes) yang diselenggarakan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi FKIP UMSU di Jalan Psr 16, Desa Kolam.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pihak, antara lain:

  1. Balai Dinas Pertanian Deli Serdang, Bapak Yudi Sucipto
  2. Wakil Dekan UMSU, Dr. Mandra Saragih, M.Hum
  3. Dosen Pendamping, Bapak Faisal Rahman Dongoran
  4. Kepala Desa Kolam, Jufri
  5. Babinsa
  6. Babinkatimas
  7. Kelompok Tani
  8. Pok Ternak
  9. Masyarakat Desa Kolam
  10. Anak Sekolah PKL
  11. Direktur Teknik Badan Usaha Milik Desa Karya Bersama, Bapak M. Rinaldi, S.Pd
  12. Ketua Pendidikan PPK OrmaWa, Rifaldi
  13. Perternak dan Petani
  14. Badan Musyawarah Desa
  15. LPM DS Kolam
  16. Perangkat Desa Kolam

Dosen UMSU dalam sosialisasi tersebut menyampaikan pentingnya meningkatkan produktivitas produksi pupuk Komsos dan memperkenalkannya kepada para petani. Penemuan baru ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengajak petani untuk memproduksi pupuk kompos alami dari kotoran sapi. Bekerjasama dengan BUMDes Desa Kolam sebagai promotor dan penyalur di tingkat desa, proses ini tidak rumit dan tidak memerlukan modal yang besar. Cukup dengan mengambil kotoran sapi dari kandang dan melalui proses pembuatan, kotoran tersebut dapat diubah menjadi pupuk organik.

Dosen UMSU juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima kehadiran anak-anak mahasiswa UMSU. Mereka juga mengajak untuk berkoordinasi jika ada kendala dalam pembuatan pupuk kompos ini.

Manfaatnya lebih baik daripada pupuk pabrikan dan diharapkan dapat merubah cara bertani dengan menggunakan pupuk kompos buatan anak bangsa. Terlebih lagi, Desa Kolam memiliki 50% dataran sawah dan kegiatan pertanian yang cukup luas.(das)

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *