Suasana Hangat Halal Bihalal Di MAN Dairi

Pendidikan43 Dilihat
 
Matabangsa.com – Dairi :Suasana pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Dairi terasa berbeda dari biasanya. udara segar setelah libur panjang Idulfitri 1446 H membawa semangat baru bagi seluruh warga madrasah. Di halaman siswa dan para guru berkumpul dalam nuansa penuh kehangatan untuk mengikuti kegiatan Halal Bihalal.
 
Tak sekadar formalitas, Halal Bihalal di MAN Dairi menjadi momen penuh makna untuk menjalin kembali ikatan batin setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadan. Kegiatan dibuka oleh Syawandri Padang, S.Pd.I sebagai protokol dan Kesiswaan MAN Dairi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan hanya kegiatan simbolik, tapi juga bentuk nyata implementasi nilai-nilai Islam yang luhur.
 
 
Dalam acara Halal Bil Halal turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi H.Riswan Gaja, S.Ag, MM dan kasi pendis H.Kamidun Solin, S.Pd.I,.M.Pd yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh guru, pegawai dan sisiwa.
 
 
 
Kepala MAN Dairi, Amry Al Anshary Sitongkir, S.Pd, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bi Halal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan ajang untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Melalui Halal Bi Halal ini, mari kita jadikan momen untuk membuka lembaran baru dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan,” ungkapnya.
 
 
Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk kembali fokus dalam belajar dan menata semangat baru dalam meraih prestasi setelah libur panjang Idulfitri.
 
 
Acara tersebut sekaligus pemberian apresiasi terhadap siswa yang aktif mengisi kegiatan Ramadan (tadarus dan ceramah agama) di Masjid /Musholla kediaman siswa. Acara berlangsung khidmat namun santai, barisan siswa terlihat rapi.
 
 
Tidak sedikit siswa yang tampak menahan haru menghayati arti memulai kembali dengan hati yang bersih di lingkungan madrasah. Tradisi Halal Bihalal ini, menurut pihak madrasah, bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga bentuk pelatihan karakter. Mengajarkan siswa untuk berani meminta maaf, memaafkan, dan membangun relasi yang sehat di tengah perbedaan. (RN)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *