Terkait Stok Sembako, Komisi II DPRD Medan Kunjungi Dinas Ketapang

Matabangsa16 Dilihat

Matabangsa-Medan: Komisi II DPRD Medan meminta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan untuk mengantisipasi sejak dini akan gejolak kelangkaan serta memantau ketersediaan pangan di kota Medan beberapa bulan kedepan akibat dampak dari Covid-19.

Kesimpulan ini merupakan hasil kordinasi Komisi II DPRD Medan dengan Dinas Ketapang saat melakukan Kunjungan Kerja, Senin (13/4/2020). Di mana Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi II, H. Aulia Rahcman SE, didampingi Wakil Ketua Sudari ST dan Drs.Wong Cun Sen M.P.dB yang diterima langsung Kadis Ketapang Emelia Lubis didampingi para stafnya.

“Dinas Ketapang harus proaktif mengantisipasi jangan sampai terjadi kerawanan pangan. Satgas pangan diminta terus memantau,” pinta Aulia disaat pertemuan.

Pada kesempatan itu Ketua Komosi II ini juga minta Dinas Ketapang mengindentifikasi jenis pangan dan persediaan stok. “Kita ingatkan Ketapang agar menjaga akses distribusi kebutuhan sembako jangan sampai tersendat,” ujarnya.

Disarankan Aulia, Dinas Ketapang supaya memiliki strategi mengawasi gejolak harga apalagi didalam situasi wabah Covid-19. “Situasi seperti ini rawan spekulasi dan penimbunan, maka dari itu perlu diantisipasi dan strategi khusus agar beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat bisa lancar,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Selain itu, Aulia juga meminta pihak Dinas Ketapang bisa meningkatkan pengawasan terhadap sembako menjelang Ramdhan. Sebab banyak sembako yang nantinya diperjualbelikan di pasar tradisional perlu pengawasan ekstra.

“Itu biasanya pelaku usaha didekat keramaian seperti pasar dan supermarket,” sebutnya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi II Sudari ST juga minta Kadia Ketapang supaya mengawasi harga gula yang melonjak saat ini. Diharapkan, Dinas Ketapang dapat menstabilkan harga di pasaran menjelang Ramadhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketapang Kota Medan Emelia Lubis mengatakan, ketersediaan pangan sangat cukup saat ini. “Hingga 3 bulan ke depan stok beras masih mencukupi,” terang Emelia.

Itu pun kata Emilia, pihaknya tetap wanti wanti terhadap dugaan penimbunan sembako. Pihaknya dan yang tergabung dalam Satgas Pangan terus berupaya memantau pasokan sembako.

Ditambahkan Emilia Lubis, saat ini ketersediaan stok beras di Kota Medan sangat cukup. Dari kebutuhan setiap bulannya 18 ton saat ini tersedia 34.500 ton. “Begitu juga ketersediaan bahan pokok lainnya masih normal,” terang Emilia.

Sedangkan masalah pengawasan makanan yang diperjualbelikan dipinggir jalan, Emilia menyampaikan pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan menggunakan mobil laboratorium keliling turun ke lapangan.(dave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *