Tinjau Kolam Detensi Selayang, Wali Kota Rico Waas Targetkan Reduksi Banjir 10–15 Persen

Medan55 Dilihat

matabangsa.com – Kota Medan | Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau Kolam Detensi Selayang di Jalan Abdul Hakim, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (18/11/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung rencana pengembangan kolam yang akan didanai oleh World Bank sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan Medan bagian atas.

Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas berdiskusi dengan Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Kementerian PUPR serta perwakilan World Bank. Mereka bersama-sama melihat paparan rencana pengembangan kolam detensi yang disiapkan sebagai upaya strategis mereduksi banjir di Medan Selayang dan sekitarnya.

Kolam Detensi Selayang di Jalan Abdul Hakim, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (18/11/2025)

Rico Waas menjelaskan bahwa pembangunan Kolam Detensi Selayang akan dimulai tahun depan. Ia menargetkan kolam ini mampu mereduksi banjir di kawasan Medan Selayang, termasuk Jalan Dr. Mansyur, sebesar 10 hingga 15 persen setelah pengerjaan selesai dan sistem berfungsi optimal.

Menurutnya, proyek ini menjadi langkah penting karena Kota Medan dipertimbangkan sebagai prioritas penanganan banjir oleh World Bank. Kompleksitas urbanisasi, kepadatan penduduk, serta tingginya wilayah yang terdampak banjir menjadi alasan kota ini membutuhkan intervensi lanjutan dan terukur.

Wali Kota menegaskan bahwa sebagai kota metropolitan, Medan tidak boleh terus-terusan berhadapan dengan banjir. Ia berharap serangkaian proyek yang direncanakan, termasuk pembangunan kolam detensi, dapat memberikan perubahan signifikan pada kondisi banjir yang selama ini membayangi masyarakat.

Kolam Detensi Selayang di Jalan Abdul Hakim, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (18/11/2025)

Rico Waas juga memaparkan sejumlah rencana lain dalam penanganan banjir di Kota Medan. Program Medan Flood Control di Lau Simeme, pelebaran Sungai Badera, dan pelebaran Sungai Selayang menjadi bagian dari tahapan besar yang ia dorong bersama pemerintah pusat untuk memperkuat sistem pengendalian air di Medan.

Dalam kunjungan itu, Rico Waas menegaskan pentingnya konsep penanganan banjir yang terukur dan berbasis kajian. Ia menyebutkan bahwa pemerintah terus mencari solusi untuk titik-titik banjir yang sulit ditangani, seperti kawasan yang jauh dari sungai, wilayah berbentuk kuali, serta area dengan drainase yang belum sempurna.

Kasatker BWS, Dony Hermawan, menjelaskan bahwa proyek Kolam Detensi Selayang mencakup galian sedalam lima meter dan penataan kawasan sekitar kolam. Dua item utama yang dikerjakan ialah landscaping dan peningkatan kapasitas tampungan kolam dengan tambahan anggaran Rp15 miliar dari World Bank.

Dony menambahkan bahwa pengerjaan proyek akan dimulai Januari dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah kolam detensi berfungsi, proyek lanjutan berupa normalisasi Sungai Selayang sepanjang empat kilometer akan dilakukan untuk mengoptimalkan reduksi banjir hingga batas maksimal.(***)

Tags:

#KolamDetensiSelayang,#RicoWaas,#PenangananBanjir,#MedanSelayang,#WorldBank,#PemkoMedan,#InfrastrukturMedan,#NormalisasiSungai,#FloodControl,#Beritamedanterbaru,#beritaMedanterkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *