matabangsa.com – Bandung | Partisipasi kerja perempuan di Jawa Barat mengalami penurunan signifikan.
TPAK perempuan turun menjadi 49,27 persen pada Agustus 2025.
Angka ini turun 1,32 persen poin dibandingkan Agustus 2024.
Sebaliknya, TPAK laki-laki masih tinggi di angka 84,41 persen.
Kesenjangan gender di pasar kerja masih lebar.
Faktor domestik menjadi penyebab utama rendahnya partisipasi perempuan.
Banyak perempuan masuk kategori bukan angkatan kerja.
Kurangnya pekerjaan fleksibel turut mempengaruhi.
BPS Jawa Barat menilai perlunya kebijakan ramah perempuan.
Penyediaan childcare dan jam kerja fleksibel dibutuhkan.
Partisipasi perempuan penting bagi pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan TPAK perempuan berdampak pada kesejahteraan keluarga.
Isu ini menjadi perhatian pembangunan berkelanjutan Jawa Barat.(***)
Tags: tpak perempuan, gender kerja, tenaga kerja jabar, bps, ekonomi inklusif
Caption Foto: Pekerja perempuan di sektor industri rumahan di Jawa Barat. Screenshot BPS Jawa Barat






