Wisuda Tahfidz dan Perpisahan Kelas XII: Momen Haru dan Penuh Inspirasi MAN 2 Tapanuli Tengah

Pendidikan35 Dilihat

matabangsa.com – Tapanuli Tengah : Madrasah Aliyah Negeri 2 Tapanuli Tengah menggelar acara istimewa, yaitu Wisuda Tahfidz Al-Qur’an sekaligus perpisahan bagi siswa kelas XII pada Sabtu (12/04) di Lapangan MAN 2 Tapanuli Tengah. Sebanyak 132 siswa kelas XII dilepas dengan penuh haru dan kebanggaan dalam sebuah momen yang tak hanya menjadi penanda kelulusan, juga sebanyak 9 siswa kelas XII dalam penghormatan atas dedikasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an.

Turut juga hadir dalam acara Kakan. Kemenag Kab.Tapanuli Tengah yang diwakili oleh Kasi Pendis Kab. Tapanuli Tengah, Pengawas Sekolah Kab.Tapanuli Tengah, Ketua IKAMAS (Ikatan Alumni MAN Sorkam), Kepala SMP/MTs yang ada di Kecamatan Sorkam Barat, Orang tua siswa kelas XII, WKM MAN 2 Tapanuli Tengah, KTU beserta jajarannya, Dewan Guru, dan seluruh siswa MAN 2 Tapanuli Tengah. 

Acara berlangsung dengan lancar, dimulai dari tasmi’ Al-Qur’an oleh tiga wisudawan terbaik yang menjadi simbol keberhasilan pendidikan Islam yang diterapkan sekolah. Di antara mereka, Wisnu Anggana Tanjung menjadi sorotan dengan pencapaian luar biasa: hafalan sebanyak 4 juz, sebuah prestasi yang menggambarkan tekad, disiplin, dan semangat yang luar biasa dalam mendalami Al-Qur’an.
 
 
Wisuda tahun ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menampilkan berbagai bakat siswa yang lain. Pidato dalam bahasa Inggris dan Arab yang disampaikan dengan fasih oleh siswa-siswi mencerminkan kompetensi global yang dikembangkan sekolah, menunjukkan bahwa generasi muda muslim dapat bersaing dalam dunia internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
 
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah, H.Muhammad Lufti Siambaton, M.Pd, memberikan apresiasi yang tulus kepada seluruh siswa, orang tua, dan tenaga pendidik yang telah berperan dalam mencetak generasi Qur’ani. Beliau juga menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan.
 
“Jagalah hafalan siswa-siswi ustadzah. Jangan pernah meninggalkan Al-Qur’an, karena sedetik saja kita jauh darinya, hafalan itu bisa hilang. Hafalan adalah amanah yang harus terus dirawat,” ujar beliau dengan nada penuh makna. 
 
Momen wisuda ini bukan hanya sebuah perayaan, melainkan juga awal dari perjalanan baru para wisudawan. Dengan bekal hafalan Al-Qur’an, nilai-nilai keislaman, dan keterampilan yang telah diasah, siswa-siswi diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup di masa depan dengan percaya diri dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *