13.702 Keluarga Sudah Terima Bantuan Pascabencana Sumut, Tinggal Menunggu yang Belum Tuntas
MEDAN – Kabar baik datang dari program bantuan pascabencana di Sumatera Utara. Sebanyak 13.702 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat telah menerima bantuan yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Sosial.
Bantuan tersebut mencakup bantuan hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi. Artinya, setelah bencana pergi meninggalkan kerusakan, pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk memastikan warga yang terdampak tidak ikut ditinggalkan.
Kepala Dinas Sosial Sumut Ady Putra mengatakan, sebagian besar kabupaten/kota telah menyelesaikan realisasi bantuan.
“Sebagian besar kabupaten/kota sudah tuntas terealisasi,” kata Ady dalam temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (2/10/2026).
Untuk program bantuan hunian dan jaminan hidup, masing-masing dialokasikan anggaran sebesar Rp45,084 miliar. Sementara program stimulan ekonomi mendapat alokasi Rp75,14 miliar, dengan realisasi mencapai Rp68,51 miliar.
Angka-angka tersebut tentu cukup besar. Namun, dalam urusan bantuan pascabencana, yang paling penting bukan sekadar berapa rupiah yang sudah keluar dari rekening pemerintah, melainkan berapa keluarga yang benar-benar sudah merasakan manfaatnya.
Tapanuli Tengah Jadi Penerima Alokasi Terbesar
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan alokasi terbesar.
Untuk bantuan hunian dan jaminan hidup, Tapanuli Tengah memperoleh alokasi Rp27,618 miliar bagi 9.206 KPM. Dari jumlah tersebut, telah direalisasikan Rp27,201 miliar kepada 9.067 KPM atau sekitar 98,49 persen.
Sementara untuk program stimulan ekonomi, alokasi yang diberikan mencapai Rp46,03 miliar, dengan realisasi sebesar Rp45,335 miliar.
Dengan angka realisasi hampir menyentuh seratus persen, setidaknya urusan administrasi dan penyaluran di daerah ini tidak terlalu banyak memberi kesempatan kepada bantuan untuk sekadar “jalan-jalan” di atas kertas.
Langkat Juga Hampir Tuntas
Di Kabupaten Langkat, bantuan hunian dan jaminan hidup dialokasikan sebesar Rp3,88 miliar bagi 1.296 KPM.
Realisasinya telah mencapai Rp3,85 miliar dan disalurkan kepada 1.286 KPM.
Program stimulan ekonomi juga menunjukkan capaian tinggi. Dari alokasi Rp6,48 miliar, sebanyak Rp6,43 miliar telah direalisasikan.
Selisihnya memang tidak besar. Namun dalam program bantuan masyarakat, selisih kecil tetap perlu diperhatikan agar tidak berubah menjadi cerita panjang pada laporan berikutnya.
Sibolga dan Tapanuli Utara Masih Berproses
Di Kota Sibolga, bantuan hunian dan jaminan hidup telah direalisasikan sebesar Rp1,08 miliar dari alokasi Rp1,10 miliar. Sebanyak 367 KPM telah menerima bantuan tersebut.
Untuk program stimulan ekonomi, realisasinya mencapai Rp1,81 miliar dari alokasi Rp1,83 miliar.
Sementara di Kabupaten Tapanuli Utara, realisasi bantuan hunian dan jaminan hidup mencapai Rp1,08 miliar dari alokasi Rp1,30 miliar. Sebanyak 361 KPM tercatat telah menerima bantuan.
Program stimulan ekonomi di daerah itu juga telah terealisasi Rp1,80 miliar dari alokasi Rp2,17 miliar untuk 361 KPM yang sama.
Secara umum, pemerintah provinsi menyebut penyaluran bantuan pascabencana di berbagai kabupaten/kota sudah berjalan dan sebagian besar telah tuntas.
Tetapi seperti biasa, kata “sebagian besar” menyisakan satu pekerjaan penting: memastikan bagian yang belum selesai juga benar-benar diselesaikan.
Sebab bagi warga yang rumahnya rusak atau kehidupannya terganggu akibat bencana, bantuan bukan sekadar angka dalam tabel realisasi. Bantuan adalah kebutuhan nyata—dan biasanya kebutuhan nyata tidak mengenal istilah nanti dulu.
Kini tinggal memastikan seluruh proses berjalan sampai garis akhir. Jangan sampai bencananya sudah berlalu, tetapi proses bantuannya masih sibuk mencari jalan pulang.






