Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah, Yatiba Laia, S.Th. mengatakan bahwa banyak orang memiliki banyak keinginan dalam hidup, tetapi sering kali diiringi dengan kekhawatiran.
Hal ini disampaikan beliau sewaktu melaksanakan Pembinaan kepada Kelompok Pemuda Hutanabolon yang dilaksanakan di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (01/03).
Yatiba membawakan tema “Keinginan” dengan ayat utama dari Matius 6:31-32. Ia menekankan bahwa Tuhan Yesus mengajarkan agar umat-Nya tidak hidup dalam kekhawatiran, karena Bapa di surga mengetahui setiap kebutuhan manusia. “Kita sering menginginkan banyak hal dalam hidup, tetapi Tuhan meminta kita untuk percaya kepada-Nya dan tidak khawatir akan hari esok,” ujarnya kepada para pemuda yang hadir.
Baca Juga: MTsN Sibolga Laksanakan Safari Ramadan Bersama Penceramah Cilik
Penyuluhan berlangsung secara interaktif, di mana Yatiba mengajak para pemuda untuk berbagi tentang hal-hal yang sering membuat mereka khawatir dan bagaimana mereka menghadapinya. Diskusi ini membuka wawasan mereka bahwa kekhawatiran tidak membawa solusi, tetapi justru dapat menghambat pertumbuhan iman dan kedewasaan rohani.
Para pemuda tampak antusias mengikuti kegiatan ini, mereka aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang bagaimana iman kepada Tuhan membantu mereka dalam menghadapi tantangan hidup. Salah satu peserta menyampaikan bahwa melalui penyuluhan ini, mereka semakin mengerti bahwa Tuhan selalu mencukupi kebutuhan setiap orang sesuai dengan waktu-Nya.
Baca Juga: Boyband J-pop timelesz Mengumumkan Anggota Grup yang Baru
Menurut Yatiba, pemuda adalah generasi penerus yang harus memiliki keyakinan kuat akan penyertaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Ia menekankan bahwa sebagai anak-anak Tuhan, mereka harus belajar mengandalkan Tuhan, bukan hanya mengandalkan kekuatan sendiri. “Keinginan itu wajar, tetapi jangan biarkan kekhawatiran menguasai hati kita. Percayalah bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik pada waktu-Nya,” tambahnya.
Di akhir penyuluhan, Yatiba mengajak para pemuda untuk terus mempercayakan hidup mereka kepada Tuhan dan tidak membiarkan kekhawatiran menghambat mereka dalam mencapai rencana-Nya. Ia juga berpesan agar mereka selalu berdoa dan berserah kepada Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil. “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, maka Dia akan menunjukkan jalan yang benar dalam hidupmu,” pungkasnya.(***)






