Penyuluh Agama Katolik Kemenag Nias Gelar Penyuluhan Di Panti Asuhan Kinderdorf St. Antonius

Agama41 Dilihat

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias gelar penyuluhan di Panti Asuhan “Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido, Rabu (26/02/2025) di Aula Panti Asuhan “Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido. Penyuluhan ini dilaksanakan agar ana-anak yang ada di Panti tersebut kuat dan tegar serta bertumbuh dewasa dalam iman. Panti Asuhan “Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido merupakan salah satu lembaga yang menampung anak-anak yatim piatu, anak-anak yang ditelantarkan oleh orangtua (akibat perceraian dan atau karena faktor ekonomi), dan anak-anak yang memerlukan perlindungan.

Pada kesempatan ini Yohanes Bohalima, S.Ag selaku penyuluh Agama Katolik menyampaikan bahwa dengan kegiatan penyuluhan kepada anak-anak yang ada dipanti mereka semakin kuat dalam menghadapi tantangan hidup yang sedang dijalani. Dalam penyuluhan ini Yohanes Bohalima mengangkat tema “Aku telah mengenal Engkau” yang dikutip dari Kitab Yeremia 1: 5. Dalam Nast ini menyatakan bahwa Panggilan nabi Yeremia mencakup kata-kata yang mengubah hidup dari Tuhan.

Baca Juga: Komisi Informasi Sumut Lakukan Kunjungan Kerja ke Kemenag Kota Pematangsiantar

Kata Ibrani yang diterjemahkan “dibentuk” dalam Yeremia 1:5 adalah kata kerja yang sama yang digunakan dalam Kejadian 2:7 sebagai bagian dari tindakan kreatif Tuhan dalam membentuk Adam, manusia pertama, dari debu tanah. Selanjutnya, kata “mengenal” dalam Yeremia 1:5 berarti lebih dari sekadar pengetahuan intelektual.

Kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang paling intim. Sebelum Yeremia dikandung di dalam rahim ibunya, Tuhan telah memikirkannya dengan cara yang sangat pribadi. Bahkan sebelum Yeremia dikandung dan dilahirkan, Tuhan telah memilihnya untuk dikhususkan sebagai pelayan Firman Tuhan kepada bangsa-bangsa.

Melalui tema ini, diharapkan bahwa anak-anak Panti Asuhan Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido dapat menyadari bahwa Tuhan sendiri memiliki rancangan untuk hidup setiap orang. Untuk itu, segala persoalan yang dihadapi harus dijalani dengan penuh semangat, tidak perlu kecewa, apalagi putus asa. Oleh karena ada suatu keyakinan bahwa Allah akan menyelenggarakan yang terbaik dalam hidup kita.

Baca Juga: Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa Waspada Gencarkan Ajakan Kerennya Berzakat

Kegiatan penyuluhan ini dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, seperti cerita, lagu, dan permainan, bahkan tak jarang dengan menonton film atau video yang setelah menyaksikan film atau video tersebut kemudian anak-anak diminta tanggapannya berupa refleksi atas sajian tersebut. “Sejauh ini, kami melihat anak-anak lebih tertarik dan mudah memahami materi. Materi yang disampaikan meliputi: nilai-nilai agama Katolik, seperti kasih sayang, pengampunan, dan kejujuran, Doa dan ritual agama Katolik serta memiliki kepribadian yang baik, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. kerjasama , kepekaan serta kemandirian” ungkap Yohanes Bohalima.

Dalam beberapa bulan terakhir, sepertinya mulai tampak perubahan dalam diri anak-anak Panti Asuhan Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido meskipun tidak terlalu signifikan. Mereka menjadi lebih percaya diri, disiplin, dan memiliki kepribadian yang lebih baik. Mereka juga telah menunjukkan kemampuan untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai agama Katolik dalam kehidupan sehari-hari. Saya sangat bangga dengan kemajuan yang telah mereka capai, lanjutnya.

Baca Juga: Satgas Yonif 312/KH Jaga Kesehatan Bersama, Aksi Pos TNI di Kampung Tanas Perbatasan Papua

Yohanes Bohalima berharap dengan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama kepada anak-anak Panti Asuhan Kinderdorf St. Antonius Hiliweto Gido menjadi orang yang percaya diri, disiplin, dan memiliki kepribadian yang baik. Saya akan terus berkomitmen untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada anak-anak tersebut, sehingga mereka dapat mencapai potensi mereka secara maksimal, tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *