Patroli Gabungan Indonesia–Malaysia Gagalkan Penyelundupan Tanaman dan Satwa Liar di Perbatasan Jagoi Babang

Hankam, Militer68 Dilihat

matabangsa.com – Jago Babang | Tim gabungan Indonesia dan Malaysia melaksanakan patroli serta investigasi lintas batas selama lima hari di kawasan perbatasan Jagoi Babang–Serikin. Kegiatan ini digelar untuk mencegah penyelundupan tumbuhan, satwa liar, dan jenis ikan yang dilindungi agar tidak masuk ke Malaysia maupun keluar dari Indonesia secara ilegal.

Patroli gabungan tersebut dipimpin Kolonel Inf Adrian Adek dari pihak Indonesia dan Mohammad Norazlan bin Jamil dari Sarawak Forestry Corporation. Kedua pimpinan menekankan pentingnya pengawasan ketat di jalur perbatasan yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur transit penyelundupan hayati.

Selama operasi berlangsung, tim menemukan 257 tanaman tanduk rusa (Platycerium sp.) yang termasuk dalam spesies dilindungi di Malaysia. Tanaman tersebut rencananya akan dikirim ke Sarawak melalui jalur perbatasan ilegal. Penemuan ini menjadi bukti bahwa jaringan perdagangan tanaman hias dilindungi masih marak di perbatasan.

Selain itu, tim juga mengamankan 38 tanaman Pohon Ara (Ficus sp.) serta 18 tanaman Cemara Laut (Casuarina equisetifolia). Ketiga jenis tanaman ini diduga kuat diselundupkan dari Indonesia untuk dijual di wilayah Sarawak. Semua barang bukti kemudian diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Pengemudi kendaraan yang mengangkut tanaman dilindungi tersebut langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Aparat mendalami dugaan keterlibatan jaringan penerima di Malaysia serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses penyelundupan.

Kolonel Inf Adrian Adek menegaskan bahwa patroli gabungan ini menjadi langkah konkret kedua negara dalam menjaga kelestarian ekosistem perbatasan. Ia menyebut, kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam memerangi perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan dilindungi.

Tak hanya penegakan hukum, operasi juga mengedepankan pendekatan edukatif bagi masyarakat. Tim memberikan sosialisasi tentang dampak hukum, ekonomi, sosial, dan ekologis yang ditimbulkan akibat penyelundupan hayati. Edukasi ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran di tingkat masyarakat.

Pihak Malaysia turut mengapresiasi kerja sama yang terjalin. Mereka menilai operasi bersama seperti ini mampu meningkatkan kesadaran publik dan memperkuat upaya konservasi di wilayah perbatasan yang rentan menjadi jalur penyelundupan.

Melalui kegiatan ini, Indonesia dan Malaysia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian flora dan fauna dilindungi. Patroli gabungan juga menjadi momentum mempererat hubungan bilateral dalam bidang konservasi dan keamanan perbatasan. (Penkostrad).

Foto:  Tim Patroli Gabungan Indonesia–Malaysia mengamankan ratusan tanaman dilindungi hasil penyelundupan di perbatasan Jagoi Babang–Serikin.

Tags:

#PatroliGabungan,#PencegahanPenyelundupan,#KonservasiHayati,#JagoiBabang,#Penkostrad,#TumbuhanDilindungi,#SatwaLiar,#IndonesiaMalaysia,#KeamananPerbatasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *