matabangsa.com – Medan: Babinsa Koramil 0201-07/MT, Sertu Imam W, menghadiri kegiatan Mini Lokakarya (MiniLok) dan Rembuk Stunting yang diadakan di Aula Kantor Lurah Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Acara ini berlangsung mulai pukul 09:30 WIB hingga selesai, Kamis (25/07/24).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Camat Medan Selayang, M. Husnul Hafiz Rambe, S.Stp, M.AP, Kepala Puskesmas PB Selayang II yang diwakili oleh dr. Ameria Girsang, Lurah Sempakata, Epta Riana Br Tarigan, S.E, M.Si, Babinsa Sertu Imam W, Bhabinkamtibmas Aipda Hariyanto, Ketua KUA Abdul Muis, S.Ag, petugas gizi Puskesmas PB Selayang II, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Sempakata, serta keluarga stunting dari Sempakata.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh protokol, diikuti dengan pembacaan doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Medan Selayang, M. Husnul Hafiz Rambe, yang menekankan pentingnya upaya bersama dalam menanggulangi stunting di wilayah Medan Selayang.
Lurah Sempakata, Epta Riana Br Tarigan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mengatasi masalah stunting.
Sertu Imam W, Babinsa Koramil 0201-07/MT, menyatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program penanggulangan stunting. “Sebagai Babinsa, kami siap membantu dan mendukung segala upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah stunting di wilayah binaan kami,” ujarnya.
Materi kesehatan tentang stunting disampaikan oleh dr. Ameria Girsang dari Puskesmas PB Selayang II. Dalam presentasinya, dr. Ameria menjelaskan penyebab, dampak, dan cara pencegahan stunting. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak,” tegasnya.
Sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan serta masukan terkait stunting. “Kami sangat menghargai partisipasi aktif dari warga dalam sesi tanya jawab ini, karena masukan dari masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini,” tambah dr. Ameria.
Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, yang diikuti oleh semua peserta yang hadir. “Foto bersama ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen kita dalam menanggulangi stunting,” kata Lurah Epta Riana Br Tarigan.
Ketua KUA, Abdul Muis, S.Ag, juga menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. “Keluarga adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, pendidikan dan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Petugas gizi Puskesmas PB Selayang II menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan dan konseling gizi kepada keluarga yang membutuhkan. “Kami selalu siap memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Mini Lokakarya dan Rembuk Stunting ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sempakata, terutama dalam upaya menanggulangi stunting,” tutup Sertu Imam W.(das)






