RSUD Dr Iskak Edukasi Pengunjung, Wujudkan Indonesia Bebas TB Tahun 2030

Matabangsa26 Dilihat

Matabangsa.comTulungagung: Dalam rangka Hari Tuberculosis se-Dunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret, RSUD dr. Iskak Kabupaten Tulungagung menggelar edukasi kesehatan tentang TB di hadapan pengunjung rumah sakit.

Mari lakukan sesuatu untuk mengakhiri atau mencegah (penyakit) TB, selamatkan hidup.
“Invest to End TB, Save Lives, adalah tema hari Tuberculosis tahun ini. Dengan tema tersebut diharapkan masyarakat sedunia bersama-sama berupaya untuk eliminasi TB.

Semangat dan tema peringatan ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Bebas TB pada tahun 2030.

Dalam kegiatan kali ini seluruh dokter KSM paru nampak kompak hadir memberikan edukasi pada pengunjung.

Ketua KSM Paru RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Mohamad Arfi Sp.P mengatakan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk menambah wawasan dan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengobatan penyakit TB.

“Masih banyak masyarakat yang malu bila terkena TB, sehingga enggan melakukan perawatan ke layanan kesehatan. Padahal TB ini sebenarnya bisa disembuhkan,” paparnya.

Secara bergiliran dua dokter spesialis paru lain, yakni dr. Fitri Emizola Sp.P dan dr. Titah Dhadhari Suryananda Sp.P menyampaikan materi seputar penyakit TB. Mulai dari gejala, pengobatan, dan apa yang harus dilakukan bila ada saudara yang terkena TB.

Pengunjung pun tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan oleh dokter. Bahkan beberapa di antaranya secara aktif bertanya mengenai penyakit TB.

“Kami sengaja menggelar edukasi di depan loket BPJS Kesehatan ini agar pengunjung yang sedang antre berobat dapat menambah wawasan dan dapat menyampaikannya ke masyarakat di luar,” ujar Dokter Arfi.

Acara semakin meriah dengan adanya sejumlah kuis yang bertabur hadiah menarik.

Pengunjung pun antusias menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dokter.

Assabila salah satu pengunjung RSU Dr Iskak mengatakan, sangat berterimakasih kepada para dokter atas edukasi yang diberikan. Edukasi ini minimal bisa memberi pengetahuan tentang bagaimana penyakit TB dan apa yang dilakukan jika merasakan gejalanya.

“Lumayan bisa menambah pengetahuan tentang TB, meskipun hanya sekilas tapi sangat bermanfaat,” ucapnya.

Adanya edukasi semacam ini dapat menjadi salah satu langkah kecil untuk membantu mengupayakan eliminasi TB di Kabupaten Tulungagung. Sebab paradigma kebanyakan warga masyarakat malu berobat ke layanan kesehatan, padahal TB bisa disembuhkan.(c-git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *