MataBangsa-Asahan : Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Asahan sudah didata sekitar 1. orang. Kesemuanya data berdasarkan identitas dan benar warga Asahan.
Hal tersebut dikatakan petugas yang ditunjuk Pemkab Asahan Indra Ringo sebagai ketua relawan yang tergabung dalam ISUM (Ikatan Solidaritas Sumatera Utara) melalui pesan WhatsApp kepada wartawan matabangsa.com, Minggu (03/05/2020)
Ada beberapa orang yang tidak warga Asahan dan kita tidak masukkan namanya ke data, karena berdasarkan perintah kami hanya mendata yang warga Asahan saja, tutur Indra.
Untuk pendataan TKI di Malaysia yang ingin pulang kampung ke Kabupaten Asahan agar mengikuti program pemerintah, program ini resmi kita tutup hari ini tanggal 3 Mei 2020.
Kita hanya mengingatkan kembali karena program ini sebelumnya berjalan dan sudah kita beritahukan langsung terhadap TKI di Malaysia yang ingin pulang kampung, ungkap Indra.
Indra juga menambahkan “kondisi TKI disini sudah kurang memungkinkan, banyak laporan warga yang saya terima persediaan makanan mereka sudah menipis dan mereka bermalam di rumah-rumah kosong yang tidak ditinggali pemilik rumah. Disini tim berharap TKI akan dipulangkan segera, namun kami tetap menunggu perintah dari Bapak Bupati Asahan”.
Di tempat berbeda Kadis Kominfo Asahan Rahmat Hidayat Siregar saat dikonfirmasi awak media melalui telefon selular mengatakan saat ini masih proses pengurusan administrasi ke Gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara. Kemudian Gubernur akan berkoordinasi dengan Kementerian RI.
Inikan proses pemulangan warga antar negara, jadi prosesnya sampai ke Kementerian terkait. Setelah sudah ada keputusan pasti maka kami siap membawa pemulangan seluruh TKI direncanakan memakai kapal feri, tambahnya.
Tenaga Kerja Indonesia ini diduga adalah Tenaga Kerja Indonesia Ilegal dikarnakan berdasarkan informasi jika Tenaga Kerja Indonesia legal maka mereka terima gaji dari pemerintahan di sana saat situasi lockdown dan tentunya pemulangan juga terjadwal saat izin permit sudah habis.
Tenaga Kerja Indonesia diduga ilegal inilah yang akan kita bantu pemulangannya dengan menggunakan kapal disesuaikan dengan jumlah TKI yang akan dipulangkan, pungkasnya. (Darma)





