Matabangsa : Liga Jerman atau BundesLiga akan menjadi salah satu dari lima liga top Eropa pertama yang siap melanjutkan kompetisi musim 2019-2020 di tengah pandemi virus Corona.
Keputusan tersebut dibuat setelah 36 klub di dua divisi teratas Liga Jerman sepakat memutuskan untuk memulai kembali kompetisi pada 9 Mei 2020.
Meski begitu, Federasi Sepakbola Jerman (DFL) akan menyerahkan keputusan akhir tentang tanggal kompetisi dimulai kepada pemerintah dan otoritas kesehatan negara Jerman. Pertandingan pun akan digelar dibalik pintu tertutup alias tanpa penonton.
“Liga Jerman siap untuk melanjutkan kompetisi, tidak peduli apakah akan digelar pada 9 Mei atau nanti. Tapi itu bukan urusan kita untuk mencari tanggal. Para pembuat keputusan politik yang akan memutuskan,” ucap Christian Seifert, selaku CEO DFL, Kamis (23/4/2020).
“Kami belum menetapkan tanggal pasti hari ini. Fakta bahwa kami bahkan dapat berpikir untuk melanjutkan permainan dengan menggarisbawahi otoritas Jerman. Akan menjadi lancang bagi DFL untuk menyebutkan tanggal pasti untuk memulai kembali,” tambahnya.
Pada setiap pertandingan hanya akan ada 322 orang yang diizinkan masuk di dalam dan sekitar stadion untuk divisi satu Liga Jerman. Sementara di divisi dua Liga Jerman hanya akan diizinkan 270 orang masuk dalam stadion.
Namun, perubahan drastis perlu dilakukan untuk memenuhi standar kebersihan dalam setiap pertandingan. Biaya sekitar 2,2 juta poundsterling akan digelontorkan untuk menempatkan wastafel di pinggir lapangan dan masker pelindung wajib bagi sebagian yang hadir.
DFL memperkirakan akan menyiapkan 25. alat tes virus Corona yang akan diperlukan untuk memeriksa setiap pemain setidaknya dalam satu minggu. Sementara itu, para pemain juga diwajibkan mencuci pakaian mereka sendiri setelah pertandingan berakhir.





