Tim DPRDSU Tinjau RSU PTPN II dan RSU Sari Mutiara Tempat Isolasi Pasien Corona

Matabangsa14 Dilihat

Matabangsa-Medan: Tim DPRDSU meninjau RSU PTPN II Tanjungmorawa sebagai tempat isolasi pasien terpapar virus corona dan RSU Sari Mutiara sebagai tempat skrining (deteksi dini) bagi pasien yang menimbulkan gejala virus corona (Covid-19).

Peninjauan itu dipimpin Ketua DPRDSU Drs Baskami Ginting didampingi Wakil Ketua Dewan Rahmansyah Sibarani, Ketua, Wakil Ketua  dan anggota Komisi E Dimas Tri Aji, Tia Ayu Anggraini, Hendra Cipta dan dr Tuahman Purba, Jumat (20/3) sore di kedua RSU tersebut.

Menurut Kabag SDM PTPN II Tanjungmorawa Nuriatmo kepada tim dewan, pihaknya sudah siap menerima pasien terpapar virus corona terhitung sejak, Senin (23/3) dan sekitar 40 kamar ruang isolasi sudah ready serta sudah dimodifikasi sesuai SOP (standard operasional) yang ditetapkan oleh ahlinya.

Foto: Tim DPRD Sumut yang dipimpin Ketua Dewan Drs Baskami Ginting meninjau RSU PTPN II Tanjungmorawa sebagai tempat isolasi pasien terpapar virus corona dan RSU Sari Mutiara sebagai tempat skrining (deteksi dini) bagi pasien yang menimbulkan gejala virus corona (Covid-19), Jumat (20/3) sore.(Firdaus Peranginangin).

“Standart ruangan sudah dirancang dengan tekanan negatif agar tekanan udara di dalam kamar bisa keluar melalui exhaustpan yang dipasang berada di asbes kamar, agar virus keluar ditekan udara dari luar,” ujar Nuriatmo.

Ditambahkannya, lokasi ruang isolasi ini akan disterilkan dan dilarang menjenguk pasien. “Tidak boleh siapapun mendekat, kecuali tenaga medis dan akan tetap dijaga oleh aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu, ketika Tim DPRDSU meninjau tempat skrining pasien yang menimbulkan gejala virus corona di RSU Sari Mutiara, dewan melihat sudah beraktivitas.

Menurut penuturan Parlindungan Purba dari RSU Sari Mutiara yang didampingi sejumlah tenaga medis mengatakan, RSU Sari Mutiara hanya sebagai tempat pemeriksaan pasien memiliki gejala virus corona.

“Kita disini hanya sebagai tempat pemeriksaan dan tidak ada perawatan. Istilahnya hanya sebagai evakuasi cadangan,” ujar Parlindungan sembari menambahkan, jika terjadi ledakan pasien virus corona, telah disediakan 25 ruangan dan 100 tempat tidur untuk pemeriksaan.

Menurut penjelasan Parlindungan, sejak dibukanya RSU Sari Mutiara sebagai tempat pemeriksaan pasien yang memiliki gejala mirip virus corona, sudah ada yang memeriksakan diri sebanyak 3-4 orang/harinya.

Dalam peninjauan itu, Baskami dan Rahmansyah menyempatkan berbincang-bincang dengan tim dokter pemeriksa pasien yang memiliki gejala mirip virus corona yang dilengkapi dengan pakaian medisnya.

Baskami dan Rahmansyah menyampaikan apresiasinya terhadap RSU Sari Mutiara yang telah bersedia meminjamkan rumah sakitnya sebagai tempat pemeriksaan pasien virus corona.(dave/nangin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *