Bobby Nasution Lantik 248 Kepsek SMA–SMK–SLB, Dorong Tata Kelola Bersih dan Sekolah Gratis

Blog108 Dilihat

matabangsa.com-Medan: Gubernur Provinsi Sumatera Utara Muhammad Afif Bobby Nasution S.E.,M.M, lantik 248 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK, dan SLB negeri di Sumatera Utara, Senin (19/1/2026).

 

Pada pelantikan tersebut, Bobby secara tegas mempertanyakan adanya praktik setoran uang dalam proses pengangkatan kepala sekolah. Ada setor gak tanya Bobby kepada para Kepsek yang akan dilantik.

 

Dalam sambutannya, Bobby lebih dulu menyoroti capaian pendidikan di Sumatera Utara, khususnya jumlah lulusan SMA yang diterima di perguruan tinggi.

 

Menurutnya, angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain.

 

“Yang lulusan dari SMA Sumatera Utara ini rata-ratanya masih di bawah 500 yang diterima di kampus, hampir mendekati 500.

 

Angka capaian wilayah kita dibandingkan daerah lain masih sangat rendah,” kata Bobby.

 

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan sekolah.

 

Oleh karena itu, Bobby kemudian meminta agar kepsek yang dilantik memahami manajemen keuangan. Ia pun meminta agar Kadis Pendidikan membuat pelatihan untuk Kepsek.

 

“Saya minta tolong benar-benar pahami manajemen, manajemen keuangan khususnya agar tidak ada lagi kasus masalah keuangan di tingkat sekolah, perlu dibuat pelatihannya Pak Kadis,” ujarnya.

 

Bobby menilai penguatan manajemen keuangan penting untuk menghapus praktik pungutan liar (pungli) yang masih kerap membebani peserta didik dan orang tua.

 

Hal ini penting agar tidak ada lagi pungli terhadap murid. Bobby menargetkan seluruh SMA, SMK, SLB negeri gratis tahun 2029 nanti.

 

Ia menargetkan seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di Sumatera Utara dapat digratiskan pada 2029.

 

Kita semua sepakat, target kita di 2029 seluruh sekolah SMA, SMK, SLB di Sumatera Utara ini bisa kita gratiskan,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan itu, Bobby mengungkapkan bahwa proses pelantikan kepala sekolah justru lebih berat dibandingkan melantik pejabat eselon II. Alasannya, banyak pihak yang mencoba menitipkan calon kepala sekolah.

 

“Ini mau menyerahkan SK kepada kepala-kepala sekolah lebih berat daripada mau melantik eselon II.

 

Kenapa? Banyak kali telepon masuk, banyak kali yang titip sana, titip sini,” ungkapnya.

 

Ia pun menekankan agar para kepala sekolah yang dilantik bekerja secara profesional, berintegritas, serta mampu memenuhi target dan capaian yang telah ditetapkan pemerintah daerah, pungkasnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *