Apel Pagi Pasca Lebaran: Semangat Kembali, Libur Tinggal Kenangan

Politik15 Dilihat

Medan— Setelah melewati libur Idul Fitri 1447 Hijriah yang penuh maaf dan hidangan, Sekretariat DPRD Kota Medan kembali ke ritme awal: apel pagi di Halaman Kantor DPRD Kota Medan. Sebuah momen klasik yang menandai bahwa cuti bersama telah resmi menjadi kenangan—dan pekerjaan kembali menjadi kenyataan, Rabu (25/03/2026) .

Apel pagi ini dipimpin langsung oleh Erisda Hutasoit, yang dengan penuh semangat mengingatkan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada pimpinan dan anggota dewan. Sebuah pengingat yang terasa tepat, terutama setelah energi sempat “diisi ulang” selama libur panjang.

Dalam arahannya, Erisda Hutasoit juga menekankan pentingnya menjaga semangat, kolaborasi, dan kerja sama antar pegawai. Tiga hal yang terdengar sederhana, namun dalam praktiknya sering membutuhkan lebih dari sekadar niat baik—kadang juga perlu kopi pagi tambahan.

Apel ini diikuti para Kepala Bagian, Ketua Tim, serta seluruh ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Medan. Barisan kembali rapi, absensi kembali terisi, dan suasana perlahan kembali ke mode “siap bekerja”—meski mungkin masih ada sedikit sisa suasana libur yang belum sepenuhnya pergi.

Menariknya, apel pagi kali ini juga dimanfaatkan sebagai momentum halal bihalal. Saling bersalaman, saling memaafkan, dan tentu saja saling tersenyum—sebuah tradisi yang selalu berhasil mencairkan suasana, bahkan sebelum pekerjaan benar-benar dimulai.

Dalam nuansa Horatian yang ringan, semuanya berjalan hangat dan santai. Tidak ada yang terlalu tegang, karena suasana Lebaran masih terasa. Bahkan mungkin, beberapa senyum hari itu sedikit lebih tulus dari biasanya.

Namun di balik kehangatan itu, ada satu pesan yang tetap konsisten: bahwa setelah saling memaafkan, saatnya kembali bekerja dengan lebih baik. Sebuah transisi yang tidak selalu mudah, tapi selalu diharapkan berjalan mulus.

Pada akhirnya, apel pagi ini bukan hanya tentang baris-berbaris atau mendengarkan arahan. Ia menjadi simbol bahwa roda organisasi kembali berputar—dengan semangat baru, harapan baru, dan tentu saja, daftar pekerjaan yang juga kembali seperti semula.

Dan jika semangat pasca Lebaran ini bisa bertahan lebih lama dari sisa kue di rumah, maka apel pagi ini benar-benar sukses—bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai awal yang baik untuk kembali berkarya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *