Rapat Penguatan Kinerja: Kolaborasi Dipertegas, Target Diperhalus

Politik15 Dilihat

Medan — Di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Medan, Sekretariat DPRD Kota Medan kembali menggelar rapat penting dengan agenda yang tak kalah penting: pengarahan dan penguatan kinerja. Sebuah kombinasi kata yang selalu terdengar menjanjikan—seolah setelah rapat ini, semua akan berjalan lebih cepat, lebih rapi, dan tentu saja lebih optimal, Rabu (25/03/2026).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Erisda Hutasoit, yang hadir bersama para Kepala Bagian, Kasubbag Tata Usaha dan Kepegawaian, Ketua Tim, serta seluruh ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Medan. Sebuah komposisi lengkap—seperti formasi tim yang siap bertanding, meski lawannya adalah target kerja yang terus bertambah.

Dalam arahannya, Erisda Hutasoit menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama yang solid. Sebuah pesan yang selalu relevan, karena dalam dunia birokrasi, kerja sama sering kali menjadi kunci—atau setidaknya, menjadi topik utama dalam setiap rapat.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesekretariatan. Tiga kata sakti yang hampir selalu hadir berdampingan, seperti paket lengkap yang tidak bisa dipisahkan—meski dalam praktiknya, masing-masing kadang berjalan dengan ritmenya sendiri.

Dalam suasana Horatian yang ringan, rapat ini berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Setiap arahan disimak, setiap catatan ditulis, dan setiap harapan disusun—dengan keyakinan bahwa semua ini akan bermuara pada kinerja yang lebih baik.

Sebagai unsur pendukung Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Medan, Sekretariat memang memegang peran penting. Mereka adalah mesin di balik layar—yang bekerja memastikan segala sesuatu berjalan lancar, bahkan ketika tidak selalu terlihat di depan.

Namun seperti biasa, rapat penguatan kinerja juga membawa satu tradisi tak tertulis: bahwa semangat yang tinggi di dalam ruangan diharapkan bisa bertahan hingga keluar ruangan. Sebuah tantangan klasik yang sering kali lebih sulit dari menyusun agenda itu sendiri.

Pada akhirnya, rapat ini menjadi pengingat bahwa meningkatkan kinerja bukan hanya soal mendengarkan arahan, tetapi juga tentang bagaimana arahan itu dijalankan—perlahan, konsisten, dan semoga tidak berhenti di notulen rapat.

Karena jika semua yang dibahas benar-benar diterapkan, maka penguatan kinerja tidak hanya terdengar sebagai jargon, tetapi benar-benar terasa dalam setiap pelayanan yang diberikan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *