Medan — Suasana penuh semangat mudik terasa di wilayah hukum Polrestabes Medan saat program Mudik Gratis Presisi 2026 resmi diberangkatkan. Di tengah keramaian calon pemudik yang siap pulang kampung tanpa pusing memikirkan ongkos, hadir Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, yang mewakili Ketua DPRD Kota Medan dalam acara tersebut, Rabu (18/03/2026).
Kehadiran David Roni Ganda Sinaga, S.E., menjadi bagian dari dukungan legislatif terhadap program yang jelas disukai banyak orang ini. Karena kalau ada satu hal yang selalu dinantikan menjelang Lebaran, selain THR, tentu saja adalah kata “gratis.”
Program Mudik Gratis Presisi yang digagas oleh Polda Sumatera Utara ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman—tanpa harus menghitung ulang isi dompet setiap kali melihat harga tiket.
Dalam nuansa Horatian yang ringan, suasana pelepasan berlangsung hangat. Senyum para pemudik, lambaian tangan keluarga, dan deretan kendaraan yang siap berangkat menciptakan pemandangan khas tahunan—yang selalu terasa istimewa, meski polanya hampir sama setiap tahun.
Bagi masyarakat, mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan ritual pulang yang sarat makna. Dan ketika perjalanan itu difasilitasi secara gratis, maknanya tentu bertambah—setidaknya di sisi pengeluaran.
Sementara itu, kehadiran perwakilan DPRD menjadi simbol bahwa program ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga soal kepedulian bersama. Meski tentu saja, kepedulian yang paling terasa adalah saat masyarakat benar-benar sampai di kampung halaman dengan selamat.
Program ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara berbagai pihak dapat menghasilkan sesuatu yang langsung dirasakan manfaatnya. Tidak perlu rumit—cukup kursi yang tersedia, kendaraan yang layak, dan jadwal yang tepat waktu.
Pada akhirnya, Mudik Gratis Presisi 2026 bukan hanya tentang perjalanan dari kota ke desa, tetapi juga tentang perjalanan kecil menuju rasa tenang—bahwa pulang kampung tidak selalu harus mahal.
Dan jika semua berjalan lancar, maka para pemudik tidak hanya membawa koper dan oleh-oleh, tetapi juga satu cerita sederhana: bahwa tahun ini, mereka pulang tanpa harus memikirkan ongkos—sebuah kemewahan kecil yang patut disyukuri.(***)






