matabangsa.com – Lubuk Pakam: Di sebuah aula yang khidmat di Lubuk Pakam, Kamis 09 April 2026, bendera pataka berkibar dengan penuh percaya diri—seolah tahu bahwa hari itu ia akan berpindah tangan ke nakhoda baru: Heri Siswoyo. Ya, Heri Siswoyo kini resmi menakhodai SMSI Deliserdang, lengkap dengan semangat, harapan, dan tentu saja, tumpukan tugas yang diam-diam ikut dilantik tanpa disebut dalam SK.
Acara pelantikan yang dipimpin oleh Erris J Napitupulu—yang dengan tenang membacakan sumpah jabatan—berlangsung begitu tertib. Didampingi Ariadi dan Benny Pasaribu, suasana terasa sakral, meski mungkin di benak sebagian hadirin sempat terlintas, “Ini pelantikan atau gladi resik menuju dunia pers yang lebih penuh drama?”
Erris J Napitupulu pun mengenang perjalanan SMSI sejak 2017, sebuah usia yang cukup matang untuk ukuran organisasi—tidak terlalu muda untuk dianggap lugu, tapi juga belum terlalu tua untuk lupa password email resmi. Dengan 300 media anggota dan 70 yang sudah terverifikasi, angka-angka itu terdengar gagah, seperti statistik yang siap dipajang dalam proposal kerja sama.

Sambil tersenyum diplomatis, Erris J Napitupulu mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh antikritik. Sebuah pesan yang terdengar sederhana, namun dalam praktiknya seringkali terasa seperti menyuruh kucing untuk tidak tergoda ikan asin. Tetap saja, harapan harus diucapkan—karena tanpa harapan, pidato akan kehilangan separuh daya magisnya.
Kadis Kominfo Sandra Dewi Situmorang S.STP M.Si pun hadir mewakili Bupati Deliserdang, Asri Ludin, yang berhalangan karena banjir dan longsor di Sibolangit. Sebuah pengingat halus bahwa di luar aula, realitas tidak selalu seindah susunan kursi yang rapi. Sandra Dewi Situmorang menyampaikan sambutan dengan penuh optimisme, mengajak media untuk menjadi mitra konstruktif—tentu dengan catatan kecil: kritik boleh, asal tetap terasa seperti pujian yang terselubung.
Di sisi lain, Heri Siswoyo dengan rendah hati menerima amanah. Ia tahu betul bahwa jabatan ini bukan sekadar gelar, melainkan paket komplit: dari mengelola organisasi hingga menyeimbangkan idealisme dengan realitas lapangan. Bersama Wakil Ketua H. Nurdin Barus dan Drs. Jenda Bangun, ia tampak siap mengarungi samudra informasi yang kadang tenang, kadang penuh ombak clickbait.
Di barisan sekretariat, Simon Sinaga, SE dan Rio Syahdian Lubis bersiap dengan pena—atau lebih tepatnya, keyboard—untuk memastikan administrasi tetap rapi, meski realitas seringkali lebih suka berantakan. Sementara itu, Parlindungan Sihotang, ST dan Hanter, MM di lini bendahara mungkin diam-diam sudah mulai berhitung: antara idealisme program dan saldo yang selalu realistis.
Tak ketinggalan, para pejuang di bidang-bidang: Jhon Tobing di Organisasi, Rahmadani di Litbang/Humas, Surya Darma di Pendidikan & Olah Raga, Feri Irwandi di IT, Antonius Sitanggang di Hubungan Kelembagaan, serta Rahmad Hidayat di Pemberdayaan & Kebudayaan. Mereka ini ibarat mesin di balik layar—jarang disorot, tapi sering disalahkan saat sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
Di kursi undangan, Dapot Raja Situmorang dari PWI Deliserdang turut memberikan restu persahabatan. Ia menegaskan bahwa PWI dan SMSI adalah mitra strategis—sebuah hubungan yang, seperti banyak kemitraan lainnya, membutuhkan keseimbangan antara kerja sama dan menjaga jarak agar tetap independen.
Sementara itu, kehadiran Rony Purba, Agus Lubis, Agus Utama, dan Waliyono dari jajaran SMSI Sumut menambah nuansa “keluarga besar” dalam acara tersebut. Lengkap dengan sesi foto bersama yang selalu berhasil membuat semua orang terlihat kompak—setidaknya selama kamera masih menyala.
Dan tentu saja, anggota seperti Rapiun Manalu, Romson Nainggolan, Amd, Agus Syahputra, Maruba Banjarnahor, serta Rahmat Hidayat menjadi bagian penting dari orkestra ini. Mereka mungkin tidak selalu berada di panggung utama, tapi tanpa mereka, musik organisasi bisa saja berubah menjadi suara sumbang.
Akhirnya, pelantikan ini ditutup dengan penyerahan tali asih kepada anak yatim dan kaum ibu kurang mampu—sebuah sentuhan hangat yang mengingatkan bahwa di tengah idealisme pers dan dinamika organisasi, sisi kemanusiaan tetap menjadi berita paling penting yang tak boleh kehilangan ruang.
Maka, berlayarlah Heri Siswoyo dan seluruh awaknya. Di lautan informasi yang luas, dengan kompas profesionalisme di tangan, dan angin kritik di belakang—semoga kapal ini tidak hanya pandai berlayar, tapi juga tahu kapan harus bersandar dan bercermin.
Susunan Pengurus SMSI Deliserdang;
Ketua : Heri Siswoyo
Wakil Ketua: H. Nurdin Barus
Wakil Ketua: Drs. Jenda Bangun
Sekretaris : Simon Sinaga, SE
Wakil Sekretaris: Rio Syahdian Lubis
Bendahara : Parlindungan Sihotang, ST
Wakil Bendahara: Hanter, MM
Bidang-Bidang:
Kabid Organisasi: Jhon Tobing
Kabid Litbang/Humas: Rahmadani
Kabid Pendidikan & Olah Raga: Surya Darma
Kabid IT : Feri Irwandi
Kabid Hubungan Kelembagaan: Antonius Sitanggang
Kabid Pemberdayaan & Kebudayaan: Rahmad Hidayat
Anggota:
1. Rapiun Manalu
2. Romson Nainggolan, Amd
3. Agus Syahputra
4. Maruba Banjarnahor
5. Rahmat Hidayat.(***)






