Porwasu 2026 Piala Bobby Nasution Ricuh, Dugaan Pemain ‘Sisipan’ Picu Amarah Peserta

Olahraga6 Dilihat

Matabangsa.com – Medan: Ajang Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (Porwasu) 2026 yang sejatinya menjadi ruang silaturahmi dan sportivitas antarinsan pers, justru ternoda kericuhan. Insiden memanas terjadi di Lapangan Mini Soccer Jalan Willem Iskandar saat laga antara tim WIB kontra Newsroom.

Sejak awal turnamen, tim Newsroom sudah menuai protes dari sejumlah peserta. Mereka mencurigai adanya pemain “sisipan” yang tidak berstatus wartawan. Dugaan itu memicu ketegangan yang terus membesar, seiring minimnya respons tegas dari panitia.

Puncaknya terjadi saat pertandingan WIB melawan Newsroom. Diduga terjadi provokasi di lapangan yang menyulut emosi. Kemarahan tidak hanya datang dari pemain kedua tim, tetapi juga merembet ke tim lain yang merasa keberatan atas dugaan pelanggaran tersebut. Situasi pun tak terkendali hingga berujung ricuh.

Sejumlah peserta menilai panitia lalai dalam melakukan proses verifikasi atau screening pemain. Mereka menyebut, kelonggaran ini mencederai semangat fair play dalam turnamen yang dikhususkan bagi kalangan jurnalis.

Sorotan kian tajam setelah mencuatnya dugaan satu peserta non-wartawan yang lolos dan ikut bertanding. Pemain tersebut diketahui bernama Muhammad Aswadi alias Wadi, yang memperkuat tim PS Forwakum (Forum Wartawan Hukum).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Wadi bukan berprofesi sebagai wartawan, melainkan tenaga kontrak di Kantor Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Keterangan ini diperkuat oleh Azmi Sitorus, seorang wartawan media online sekaligus warga Desa Pekan Tanjung Beringin. “Setahu saya dia tidak pernah jadi wartawan. Dia bekerja di Kantor Camat Tanjung Beringin,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Hal senada juga disampaikan Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan tenaga kontrak di instansinya.

Hingga berita ini diturunkan, panitia Porwasu 2026 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan lolosnya peserta non-wartawan maupun kericuhan yang terjadi di lapangan.

Padahal, turnamen yang dijadwalkan berlangsung 9 hingga 12 April 2026 di Stadion Mini Pancing, Medan, itu diharapkan menjadi ajang mempererat solidaritas dan menjunjung tinggi sportivitas di kalangan wartawan.

Kini, insiden tersebut justru memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana kredibilitas panitia dalam menjaga integritas kompetisi yang mereka selenggarakan sendiri?
Sejumlah tim bahkan mendesak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk turun tangan mengevaluasi panitia dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *