Halal, Mudah, dan Sedikit Formulir Lagi (Mungkin)

Medan6 Dilihat

Medan — Di sebuah pagi yang penuh niat baik dan kopi hangat, gagasan besar kembali diluncurkan: mempermudah sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Sebuah misi mulia, yang dalam praktiknya sering kali harus melewati rintangan klasik bernama “berkas kurang satu, silakan kembali besok.”

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi dari BPJPH Sumut dengan semangat optimisme yang nyaris setebal map administrasi itu sendiri. Dalam pertemuan tersebut, beliau menegaskan bahwa produk UMKM harus bersertifikat halal—tentu saja dengan proses yang dipermudah, bukan dipersulit seperti biasanya (ini janji yang sudah sangat berpengalaman kita dengar).

“Kami ingin pelaku UMKM dipermudah,” ujar beliau. Sebuah kalimat yang, bagi pelaku usaha, terdengar seperti musik lembut… meski mereka tetap bersiap membawa fotokopi KTP lima lembar, jaga-jaga kalau sistemnya tiba-tiba rindu masa lalu.

Sertifikasi halal memang penting. Selain menjamin kualitas, ia juga menjadi tiket emas untuk masuk pasar yang lebih luas. Namun, di lapangan, perjalanan menuju “halal resmi” kadang terasa seperti wisata administratif: ada loket, ada antrean, dan ada kejutan kecil di setiap tahap.

Menariknya, perhatian tidak hanya diberikan pada makanan dan minuman, tapi juga restoran dan kosmetik. Artinya, bukan cuma bakso dan keripik yang diajak naik kelas, tapi juga lipstik dan skincare—karena siapa tahu, selain cantik, orang juga ingin tampil dengan keyakinan yang tersertifikasi.

Untuk mendukung semua ini, direncanakan pula seminar-seminar edukatif. Ini kabar baik, karena tidak ada yang lebih menenangkan daripada mendengar penjelasan panjang tentang prosedur… yang setelah selesai, tetap membuat kita ingin bertanya, “Jadi saya harus mulai dari mana, Pak?”

Sementara itu, BPJPH Sumut juga mengajukan permintaan lahan untuk kantor sekretariat. Wali Kota pun menyatakan siap membantu mencarikan lahan kosong milik Pemko. Sebuah langkah konkret yang memberi harapan bahwa ekosistem halal tidak hanya dibangun dari wacana, tapi juga dari sebidang tanah yang—semoga—tidak sedang dipakai untuk parkir sementara.

Di akhir pertemuan, optimisme pun mengudara. Dengan dukungan pemerintah dan semangat kolaborasi, ekosistem halal di Medan diyakini akan tumbuh pesat.

Dan para pelaku UMKM pun tersenyum—bukan hanya karena harapan baru, tapi juga karena mereka sudah terbiasa: dalam dunia usaha, yang penting bukan seberapa cepat prosesnya, tapi seberapa sabar kita menjalaninya.

Lagipula, kalau semuanya benar-benar jadi mudah… mungkin kita malah kangen sedikit tantangannya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *