Kunker DPRD Batam, Belajar Ekonomi Lokal ke Medan, Oleh-Oleh Terbaik Bukan Suvenir, Tapi Ide untuk Menggerakkan UMKM

Kalau dulu kunjungan kerja sering dianggap identik dengan agenda formal dan foto bersama, kini harapannya sudah bergeser. Yang paling berharga untuk dibawa pulang bukan lagi cendera mata, melainkan ide yang bisa benar-benar diterapkan di daerah masing-masing.

Semangat itulah yang mewarnai kunjungan kerja Wakil Ketua II DPRD Kota Batam ke DPRD Kota Medan pada Selasa (28 April 2026). Kunjungan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai bagaimana membangun ekonomi lokal agar tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B., di ruang kerjanya di Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1, Medan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, tetapi topik yang dibahas cukup serius: bagaimana memperkuat ekonomi masyarakat dari level paling dasar.

Diskusi dimulai dari pengembangan sumber daya manusia. Sebab sehebat apa pun program ekonomi yang dirancang, hasilnya tidak akan maksimal jika kualitas manusianya tertinggal. Investasi terbaik memang bukan hanya membangun gedung atau infrastruktur, tetapi juga membangun kemampuan orang-orang yang akan menggerakkan roda ekonomi.

Tak ketinggalan, UMKM menjadi topik yang hampir pasti muncul dalam setiap pembahasan ekonomi daerah. Wajar saja, karena sektor ini sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi. Meski begitu, tulang punggung juga perlu dijaga agar tidak terus-menerus memikul beban tanpa dukungan yang memadai.

Persoalan pemasaran pun ikut dibahas. Di era digital, membuat produk yang bagus saja sudah tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah bagaimana produk tersebut dikenal, dipercaya, dan akhirnya dibeli. Banyak UMKM yang kualitas produknya layak bersaing, tetapi masih kalah karena strategi pemasarannya belum berkembang.

Di sinilah pentingnya kolaborasi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, begitu pula pelaku usaha. Dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta perlu bergerak bersama agar pemberdayaan ekonomi tidak berhenti sebagai slogan dalam seminar atau materi presentasi.

Kunjungan kerja seperti ini menjadi pengingat bahwa setiap daerah memiliki pengalaman yang bisa dipelajari. Kota Medan dan Kota Batam memang memiliki karakter ekonomi yang berbeda, tetapi tantangannya hampir sama: menciptakan lapangan usaha yang semakin luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Harapannya, hasil diskusi tidak hanya berhenti dalam notulen rapat atau dokumentasi kunjungan. Akan jauh lebih berarti jika ide-ide yang dipertukarkan benar-benar diterapkan, sehingga UMKM semakin kuat, sumber daya manusia semakin kompetitif, dan ekonomi lokal semakin tumbuh.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kunjungan kerja bukanlah berapa lama pertemuan berlangsung atau berapa banyak foto yang diambil. Yang paling penting adalah berapa banyak gagasan yang pulang bersama rombongan dan kemudian berubah menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *