Di Prancis, ada satu kisah yang membuat dunia properti, asuransi, dan aktuaria geleng-geleng kepala.
Namanya Jeanne Calment, perempuan yang kemudian tercatat sebagai manusia tertua di dunia dengan usia 122 tahun saat meninggal pada 1997.
Pada 1965, ketika usianya sudah 90 tahun dan seluruh ahli warisnya telah lebih dulu meninggal, ia menjual apartemennya melalui sistem viager. Skemanya sederhana: pembeli membayar cicilan bulanan seumur hidup penjual. Selama penjual masih hidup, ia tetap tinggal di apartemen tersebut. Setelah meninggal, barulah kepemilikan berpindah.
Notaris bernama Andre-Francois Raffray melihat peluang yang tampak seperti “diskon dari langit”.
Usia 90 tahun. Siapa yang menyangka cicilan itu akan berlangsung puluhan tahun?
Ternyata, yang datang bukan keuntungan, melainkan pelajaran paling mahal dalam hidupnya.
Jeanne Calment justru terus menikmati hidup. Ia masih bermain anggar di usia 85 tahun, bersepeda hingga usia 100 tahun, bahkan baru pindah ke panti jompo ketika berusia 110 tahun.
Yang lebih mengejutkan lagi, ia dikenal merokok sekitar dua batang rokok setiap hari sejak usia sekitar 21 tahun dan baru berhenti pada usia 117 tahun. Kebiasaan itu jelas bukan resep kesehatan, tetapi justru menjadi salah satu ironi yang membuat kisah hidupnya begitu fenomenal.
Sementara Jeanne terus bertambah usia, cicilan Raffray juga terus berjalan.
Plot twist-nya lebih kejam daripada novel.
Sang notaris justru meninggal lebih dahulu. Kewajiban membayar cicilan diteruskan oleh istrinya hingga Jeanne akhirnya wafat pada usia 122 tahun.
Ketika semuanya selesai, keluarga Raffray telah membayar lebih dari dua kali lipat nilai apartemen.
Selama lebih dari 32 tahun mereka mencicil rumah yang bahkan tidak pernah sempat mereka tempati.
Beginilah hidup mengolok-olok kesombongan manusia.
Kita boleh menghitung bunga, mencicil properti, membuat proyeksi keuntungan, bahkan menyusun tabel risiko. Namun, umur seseorang tetap bukan angka yang bisa dipastikan.
Kisah Jeanne Calment akhirnya menjadi contoh legendaris dalam dunia asuransi dan aktuaria mengenai longevity risk—risiko ketika seseorang hidup jauh lebih lama daripada seluruh prediksi.
Karena kadang, yang bangkrut bukan investasi.
Melainkan rasa terlalu yakin bahwa waktu akan berpihak kepada kita.(***)







