Karo Mulai Lirik India: Jangan Sampai Kerja Sama Berakhir di Foto Bersalaman

Karo Mulai Lirik India: Jangan Sampai Kerja Sama Berakhir di Foto Bersalaman

Medan : Kalau selama ini orang Karo dikenal piawai menanam jeruk, kopi, bunga, hingga aneka hortikultura, kini ada satu “tanaman” baru yang mulai disemai: hubungan internasional.

Wakil Bupati Karo Komando Tarigan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karo menyambangi Konsulat Jenderal India di Medan. Agendanya bukan sekadar silaturahmi sambil menikmati teh hangat, tetapi membawa undangan resmi untuk menghadiri Karo Fruits and Flowers Festival yang akan digelar pada 29–30 Agustus 2026.

Festival ini memang bukan acara kaleng-kaleng. Buah, bunga, budaya, hingga potensi wisata Karo bakal dipamerkan. Harapannya sederhana, tetapi penting: hasil kebun tak hanya dipuji tetangga desa, melainkan juga dikenal sampai mancanegara.

Menariknya, pertemuan ini tidak berhenti pada basa-basi diplomatik yang biasanya penuh senyum dan saling bertukar cendera mata. India justru menawarkan kerja sama yang cukup konkret, mulai dari pertanian, pendidikan, pertukaran budaya, hingga pelatihan bagi aparatur Karo di India.

Bahkan, Konsul Jenderal India Ravi Shanker Goel ikut melempar ide yang cukup membumi. Selain menawarkan pelatihan, ia juga membuka peluang pemutaran film-film India di Karo alias nobar. Siapa tahu, setelah panen jeruk, masyarakat bisa menikmati panen adegan joget Bollywood. Lumayan, kalau belum sempat ke Mumbai, setidaknya Mumbai yang datang ke Tanah Karo lewat layar lebar.

Pembicaraan juga menyentuh peluang kerja sama pendidikan melalui beasiswa, pertukaran akademisi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Di sektor pertanian, kedua pihak membahas pertukaran pengetahuan dan teknologi yang bisa membantu meningkatkan kualitas produksi hortikultura Karo.

Tentu saja, semua ini masih sebatas rencana di atas meja. Sebab pengalaman mengajarkan, kerja sama sering kali sangat indah ketika masih berada di ruang rapat. Tantangan sesungguhnya dimulai setelah kamera dimatikan dan berita selesai dipublikasikan.

Karena itu, masyarakat tentu berharap kunjungan ini tidak hanya menghasilkan album foto berisi jabat tangan dan senyum diplomatik. Akan jauh lebih membanggakan bila beberapa tahun ke depan benar-benar lahir petani yang belajar teknologi pertanian di India, mahasiswa Karo yang memperoleh beasiswa, pertunjukan budaya lintas negara, hingga wisatawan India yang datang menikmati sejuknya Berastagi dan keindahan Tanah Karo.

Hubungan Indonesia dan India memang sudah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui perdagangan dan budaya. Kini giliran daerah mengambil peran. Dan Karo tampaknya tidak ingin sekadar menjadi penonton.

Semoga kerja sama ini benar-benar berbuah. Sebab kalau Karo sudah terkenal dengan buah dan bunganya, akan lebih lengkap lagi bila dikenal sebagai daerah yang pandai memanen peluang, bukan sekadar menanam harapan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *