HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Surya Ajak Warga Rajin Olahraga: Jangan Tunggu Sakit Baru Ingat Sehat

HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Surya Ajak Warga Rajin Olahraga: Jangan Tunggu Sakit Baru Ingat Sehat

MEDAN — Ada satu kebiasaan manusia yang cukup menarik: ketika sehat, olahraga sering dianggap urusan nanti. Begitu sakit datang, barulah kesehatan terasa seperti harta paling mahal.

Pesan berbeda disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya saat melepas peserta Jalan Santai dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Rumah Sakit H Adam Malik, di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu (30/8/2026).

Bukan hanya melepas peserta, Surya juga ikut berjalan santai sejauh 5 kilometer.

Artinya, kali ini pejabat tidak sekadar memberikan sambutan dari atas panggung, lalu kembali duduk manis.

Sepatunya ikut bekerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-33 RS H Adam Malik yang dikemas dengan berbagai aktivitas kesehatan dan olahraga. Surya berharap kegiatan serupa semakin sering digelar di Sumatera Utara agar masyarakat semakin terbiasa menjalani pola hidup sehat.

“Semoga acara seperti ini semakin banyak dibuat di Sumatera Utara, agar masyarakat sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Saya melihat masyarakat sekarang banyak yang hobi lari, sudah lebih banyak yang sadar akan olahraga,” kata Surya.

Olahraga Jangan Cuma Ramai Saat Ada Acara

Surya mengapresiasi pihak-pihak yang menyelenggarakan kegiatan jalan santai tersebut.

Menurutnya, kegiatan olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Apresiasi pada pihak-pihak yang menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Jika kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan, masyarakat pun akan terbiasa dengan berolahraga, akan semakin banyak masyarakat yang tergerak berolahraga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut terdengar sederhana, tetapi sebenarnya menyentuh persoalan klasik.

Olahraga sering kali ramai ketika ada acara.

Ada jalan santai, peserta berkaus seragam, musik, panggung, foto bersama, dan tentu saja dokumentasi yang siap masuk media sosial.

Setelah acara selesai?

Nah, itu yang menjadi ujian sebenarnya.

Sebab hidup sehat tidak mengenal istilah “selesai acara, selesai olahraga.”

Lima kilometer pada Minggu pagi tentu bagus. Tetapi yang lebih bagus adalah kalau Senin pagi masih mau bergerak, Selasa masih mau jalan kaki, Rabu masih mau berolahraga, dan seterusnya.

Dengan kata lain, jangan sampai semangat sehat hanya punya umur satu hari.

Dari Jalan Santai Sampai Cek Kesehatan

Rangkaian HUT ke-33 RS H Adam Malik tidak hanya diisi jalan santai.

Masyarakat juga mendapatkan kesempatan mengikuti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta senam bersama.

Surya berharap berbagai fasilitas dan kegiatan tersebut benar-benar dimanfaatkan masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan lain seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis juga diharapkan dapat dimanfaatkan banyak masyarakat,” katanya.

Ini menjadi kombinasi yang cukup menarik.

Setelah berjalan lima kilometer, masyarakat bisa sekaligus memeriksa kondisi kesehatan.

Jadi bukan hanya langkah kaki yang dihitung, tetapi kesehatan juga diperiksa.

Maklum, kadang seseorang merasa tubuhnya baik-baik saja karena masih sanggup beraktivitas. Padahal tubuh bisa saja sedang mengirimkan “surat peringatan” yang selama ini diabaikan.

Dan seperti kebanyakan surat peringatan, biasanya baru dibaca ketika sudah dianggap penting.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi kesempatan yang layak dimanfaatkan, terutama sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

RS Tidak Hanya Tempat Berobat

Pesan yang dibawa dalam peringatan HUT RS H Adam Malik ini juga memperlihatkan bahwa rumah sakit tidak semata-mata identik dengan orang sakit.

Rumah sakit juga memiliki peran dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah jatuh sakit.

Paradigmanya sederhana:

lebih baik mencegah daripada mengobati.

Tentu kalimat tersebut bukan hal baru. Tetapi masalah kesehatan masyarakat sering kali bukan kekurangan slogan, melainkan bagaimana slogan tersebut berubah menjadi kebiasaan.

Masyarakat membutuhkan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik, ruang publik yang nyaman, edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, serta akses layanan kesehatan yang mudah.

Karena itu, kegiatan seperti jalan santai dan pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjadi pintu masuk untuk membangun budaya hidup sehat.

Pejabat Ikut Jalan, Warga Jangan Ketinggalan

Dalam kegiatan tersebut, Surya didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut Mahfullah Pratama, serta Direktur Utama RS H Adam Malik Zainal Safri.

Kehadiran jajaran pemerintah dan pengelola rumah sakit memperlihatkan dukungan terhadap kampanye hidup sehat di Sumatera Utara.

Namun pesan terpentingnya tetap berada di masyarakat.

Karena pemerintah bisa membuat kegiatan.

Rumah sakit bisa menyediakan layanan.

Pejabat bisa memberikan contoh dengan ikut berjalan lima kilometer.

Tetapi yang menentukan apakah masyarakat benar-benar lebih sehat adalah kebiasaan sehari-hari.

Pada akhirnya, tidak perlu menunggu ada jalan santai untuk berjalan.

Tidak perlu menunggu ada senam bersama untuk bergerak.

Dan tidak perlu menunggu sakit untuk memeriksa kesehatan.

Sebab rumah sakit memang tempat orang mendapatkan pengobatan, tetapi kesehatan seharusnya diperjuangkan jauh sebelum seseorang terpaksa datang ke sana.

HUT ke-33 RS H Adam Malik pun menjadi pengingat sederhana: kalau tubuh masih sehat, gunakan kesempatan itu untuk menjaganya.

Karena kalau sudah sakit, jalan santai lima kilometer bisa berubah menjadi jalan menuju ruang pemeriksaan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *