Gelar Diskusi Publik, Milad AMP Satukan Visi Tokoh Perantau Demi Kemajuan Padang Lawas

TANGERANG SELATAN – Dalam upaya memperkuat sinergi antara masyarakat perantau dan kampung halaman, Angkatan Muda Padang Lawas (AMP) menggelar diskusi publik bertajuk “Semangat Masyarakat dan Pemuda Perantau dalam Memajukan Padang Lawas” di Hotel Adia Suites, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-9 AMP yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional asal Padang Lawas untuk membahas berbagai strategi percepatan pembangunan daerah.

 

Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan antara pemerintah, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, serta pemuda perantauan mengenai potensi dan tantangan yang dihadapi Kabupaten Padang Lawas. Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan ekonomi, investasi, hingga pelestarian nilai budaya.

 

Ketua Umum AMP, Irfan Kamil Siregar, mengatakan organisasi yang dipimpinnya sejak awal berdiri memiliki komitmen menjadi wadah pemersatu pemuda perantauan untuk berkontribusi nyata bagi tanah kelahiran.

 

Menurutnya, AMP tidak hanya menjadi organisasi yang menghimpun pemuda asal Padang Lawas di berbagai daerah, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta para perantau yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan kampung halaman.

 

“Selama sembilan tahun berdiri, AMP terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mulai dari advokasi hukum gratis melalui LBH Hatigoran, pemberdayaan UMKM, bantuan modal usaha, kegiatan sosial, santunan anak yatim, khitanan massal, beasiswa pendidikan hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya,” ujar Irfan.

 

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar pembangunan Padang Lawas saat ini bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan bagaimana membangun karakter, disiplin, komitmen, dan kualitas SDM yang mampu bersaing di tingkat nasional.

 

“Diskusi publik ini menjadi langkah awal untuk menyatukan tekad para tokoh Padang Lawas agar memiliki visi yang sama dalam membangun daerah. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersama-sama memajukan kampung halaman,” katanya.

 

Dalam forum tersebut hadir sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Edy Junaedi Harahap selaku Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Amris Pulungan selaku Managing Partner PWP Laws sekaligus Ketua Yayasan Ahlul Qur’an Indonesia, serta Darlin Pasaribu, Direktur PT Wave Communication Indonesia yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Perangkat Teknologi Komunikasi dan Informatika KADIN Indonesia.

 

Dalam pemaparannya, Dr. Edy Junaedi Harahap menekankan bahwa masyarakat perantau memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara potensi daerah dengan jaringan nasional.

 

Ia menjelaskan konsep Dalihan Na Tolu yang menjadi filosofi masyarakat Batak Mandailing harus dimaknai sebagai modal sosial untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

 

“Perantau merupakan jembatan alami. Satu kaki berada di kampung halaman dan satu kaki lagi berada di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Posisi tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka akses investasi, pendidikan, jaringan usaha dan berbagai peluang pembangunan bagi daerah asal,” ujarnya.

 

Edy menilai, nilai-nilai Dalihan Na Tolu yang mengedepankan keseimbangan hubungan kekeluargaan dapat menjadi fondasi moral dalam membangun sinergi masyarakat.

 

Namun demikian, ia mengingatkan agar semangat kekeluargaan tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu yang justru menghambat pembangunan daerah.

 

Selain membahas aspek sosial budaya, Edy juga menguraikan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan sebagai indikator utama pembangunan manusia.

 

Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencakup pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

 

Ia menilai Padang Lawas memiliki peluang besar untuk meningkatkan IPM apabila mampu memanfaatkan potensi para pemuda perantauan yang telah sukses di berbagai bidang.

 

“Setiap individu memiliki potensi untuk berkembang. Tugas bersama adalah menciptakan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang maksimal dan kembali memberikan manfaat bagi daerah asal,” jelasnya.

 

Sementara itu, Amris Pulungan memaparkan bahwa Kabupaten Padang Lawas memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter generasi muda.

 

Ia mengajak para pemuda untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan serta membangun semangat kewirausahaan agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah terhadap potensi daerah.

 

Amris juga menegaskan pentingnya menjaga integritas, kejujuran dan akhlak dalam menjalankan profesi maupun usaha.

 

Ia berharap Padang Lawas dapat berkembang menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

 

“Kemajuan daerah harus dibangun dengan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, moral, serta nilai-nilai keagamaan. Ketika karakter masyarakat kuat, pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan,” katanya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum AMP, Robi Achyar Siregar, menyampaikan bahwa kemajuan Padang Lawas hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

 

Menurutnya, pemerintah, akademisi, pengusaha, tokoh agama, organisasi kepemudaan hingga masyarakat perantauan harus membangun komunikasi yang intensif agar setiap potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal.

 

Robi menambahkan bahwa AMP akan terus mengambil peran sebagai inisiator rekonsiliasi, kolaborasi, dan penggerak berbagai program pembangunan berbasis masyarakat.

 

“Organisasi ini akan terus menjadi rumah bersama bagi seluruh putra-putri Padang Lawas untuk menyatukan gagasan, membangun jejaring, serta menghadirkan aksi nyata demi terwujudnya Padang Lawas yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Diskusi publik berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, profesional, akademisi hingga tokoh masyarakat. Sejumlah peserta menilai forum seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun arah pembangunan.

 

Rangkaian kegiatan Milad ke-9 AMP kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi selama sembilan tahun, sekaligus memperkuat komitmen seluruh kader untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Padang Lawas melalui semangat persatuan, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *