Lapor Bapenda Medan, Karena Mengeluh ke Tetangga Belum Tentu Sampai ke Kantor
MedanĀ – Ada satu kebiasaan yang cukup akrab di tengah masyarakat. Kalau pelayanan terasa kurang memuaskan, yang pertama tahu biasanya teman, tetangga, atau media sosial. Yang terakhir tahu? Kadang justru instansi yang bersangkutan.
Barangkali itulah yang ingin diubah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melalui Lapor Bapenda, sebuah layanan aspirasi dan pengaduan masyarakat yang membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kritik, saran, hingga konsultasi perpajakan secara langsung.
Lewat aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi bingung harus bertanya ke mana ketika menemukan kendala terkait pajak daerah. Mau berkonsultasi soal pajak, menyampaikan pengaduan, atau sekadar memberikan masukan terhadap pelayanan, semuanya dapat dilakukan melalui satu kanal yang disiapkan Bapenda.
Satire kecilnya begini. Daripada mengetik panjang lebar di grup WhatsApp keluarga tentang pelayanan pajak, mungkin akan lebih cepat kalau keluhannya langsung dikirim ke tempat yang memang bisa menindaklanjutinya.
Yang menarik, Bapenda Kota Medan tidak hanya membuka ruang pengaduan. Mereka juga menegaskan komitmen pelayanan dengan tiga kata sederhana yang mudah diingat: Cepat, Responsif, dan Aman. Tiga kata yang terdengar sederhana, tetapi menjadi tantangan besar bagi setiap layanan publik. Sebab masyarakat bukan hanya ingin didengar, melainkan juga ingin mendapat jawaban dan penyelesaian.
Melalui Lapor Bapenda, warga dapat memanfaatkan berbagai fitur, mulai dari konsultasi perpajakan, pengaduan pajak daerah, hingga penyampaian kritik dan saran. Dengan begitu, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak lagi berjalan satu arah.
Di era digital, pelayanan publik memang dituntut ikut berubah. Kalau belanja bisa dilakukan lewat aplikasi, memesan makanan cukup lewat ponsel, rasanya wajar jika menyampaikan aspirasi kepada pemerintah juga bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor.
Pada akhirnya, aplikasi ini bukan sekadar tambahan ikon di layar telepon genggam. Keberhasilannya justru diukur dari seberapa cepat keluhan ditindaklanjuti, seberapa baik masyarakat dilayani, dan seberapa besar kepercayaan publik terhadap pelayanan Bapenda Kota Medan.
Karena kritik yang disampaikan melalui jalur yang tepat bukanlah gangguan. Justru itulah bahan bakar untuk memperbaiki pelayanan. Dan Bapenda Kota Medan tampaknya ingin menyampaikan satu pesan sederhana kepada masyarakat: daripada mengeluh tanpa arah, lebih baik lapor agar bisa segera ditindaklanjuti.(***)






