Pajak Medan Makin Digital, Pemko Sabet Anugerah detikSumatera Awards 2026
MEDAN – Urusan pajak biasanya identik dengan angka, formulir, antrean, dan wajah warga yang mendadak serius ketika mendengar kata “pajak”. Namun Pemerintah Kota Medan mencoba mengubah cerita itu lewat digitalisasi.
Upaya tersebut membawa Pemko Medan meraih Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Pelopor Digitalisasi dan Transparansi Pajak Daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Regional Manager detikcom, Triono Wahyu Sudibyo, kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan ini diberikan atas upaya Pemko Medan mendorong perubahan dalam tata kelola pajak daerah melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran dan mekanisme pemisahan pajak secara otomatis serta real-time.
Salah satu inovasi yang diandalkan adalah Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization (QRESTO).
Namanya memang cukup panjang. Tetapi tujuannya justru dibuat sederhana: bagaimana pembayaran yang dilakukan wajib pajak bisa tercatat dengan lebih cepat, transparan, dan minim ruang untuk salah hitung—atau lebih buruk lagi, salah setor.
Melalui sistem pembayaran yang terintegrasi secara digital, Pemko Medan berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan penerimaan pajak daerah.
Di sinilah digitalisasi pajak menjadi lebih dari sekadar memindahkan proses dari kertas ke layar.
Sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mempersempit celah kebocoran penerimaan sekaligus memberikan kepastian kepada wajib pajak mengenai transaksi yang mereka lakukan.
Sebab bagi masyarakat, transparansi pajak sebenarnya tidak rumit. Mereka hanya ingin tahu: berapa yang harus dibayar, ke mana uangnya masuk, dan apakah pembayaran tersebut benar-benar tercatat.
Kalau semua bisa diketahui secara cepat, warga tentu tidak perlu lagi menjadi detektif hanya untuk memastikan status pembayaran pajaknya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja jajaran Pemko Medan sekaligus dukungan masyarakat yang mulai beradaptasi dengan sistem digital.
“Penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi kami untuk terus berinovasi. Digitalisasi pajak bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah nyata dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” kata Rico Waas.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada aplikasi atau sistem yang terlihat canggih.
Teknologi baru benar-benar berguna ketika masyarakat merasakan manfaatnya dan pemerintah memperoleh sistem yang membuat pengelolaan penerimaan menjadi lebih tertib.
Apalagi pajak daerah merupakan salah satu sumber penting bagi pembiayaan pembangunan. Semakin baik sistem penerimaannya, semakin besar pula peluang pemerintah daerah mengoptimalkan pendapatan yang nantinya kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Namun penghargaan tetaplah penghargaan. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah piala dibawa pulang.
Sistem digital harus terus dijaga, data harus akurat, pelayanan harus mudah, dan transparansi harus benar-benar terasa. Jangan sampai teknologi sudah serba digital, tetapi warga masih harus bertanya ke sana-kemari ketika menghadapi persoalan pembayaran.
Dengan diraihnya Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026, Pemko Medan setidaknya mendapat pengakuan atas langkahnya mendorong digitalisasi dan transparansi pajak daerah.
Kini pekerjaan rumahnya tinggal memastikan inovasi tersebut tidak hanya terlihat bagus ketika menerima penghargaan, tetapi juga benar-benar bekerja ketika masyarakat membayar pajak.
Sebab ukuran paling sederhana dari digitalisasi bukan seberapa rumit nama sistemnya.
Yang penting, pajaknya mudah dibayar, tercatat dengan benar, transparan, dan uangnya kembali terlihat manfaatnya untuk kota.(***)






