Jumat Barokah Pewarta Polrestabes Medan: Ngopi, Berdiskusi, dan Merawat Sinergi Media-Kepolisian

Jumat Barokah Pewarta Polrestabes Medan: Ngopi, Berdiskusi, dan Merawat Sinergi Media-Kepolisian

MEDAN – Jumat pagi di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, terasa sedikit berbeda.

Para wartawan yang biasanya sibuk mengejar informasi, mengejar narasumber, hingga mengejar tenggat berita, kali ini meluangkan waktu untuk duduk bersama dalam suasana yang lebih santai.

Agenda itu dikemas melalui kegiatan rutin Jumat Barokah yang kembali digelar, Jumat (28/8/2026). Selain menjadi ruang mempererat silaturahmi antaranggota, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara insan media dan kepolisian.

Acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon perlindungan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.

Setelah itu, suasana menjadi lebih cair. Pembicaraan berkembang dari pengalaman di lapangan hingga persoalan jurnalistik yang sehari-hari dihadapi para pewarta.

Maklum, pekerjaan wartawan memang unik. Pagi bisa mencari berita kriminal, siang mengejar konferensi pers, sore memburu konfirmasi, dan malam masih harus berhadapan dengan deadline. Kalau tidak sesekali duduk bersama, bisa-bisa yang dikejar bukan lagi berita, tetapi tekanan darah.

Namun di balik suasana santai tersebut, diskusi yang berlangsung tetap menyentuh hal penting. Para peserta membahas tanggung jawab wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, akurat, dan tetap mengedepankan etika jurnalistik.

Peran media sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga menjadi bagian dari pembahasan.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH, mengapresiasi kehadiran dan dukungan para anggota dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, hubungan yang baik antara media dan kepolisian harus dibangun melalui komunikasi dan kepercayaan. Sebab, informasi yang sampai kepada masyarakat tidak boleh hanya cepat, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan.

“Jumat Barokah ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan wujud nyata kepedulian dan upaya menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin baik. Semoga kebersamaan ini makin erat, senantiasa membawa keberkahan bagi kita yang bertugas, serta bermanfaat bagi masyarakat luas yang kita layani bersama,” tegas Chairum.

Di tengah derasnya arus informasi, hubungan semacam ini memang memiliki arti tersendiri.

Media membutuhkan akses informasi yang terbuka dan komunikasi yang baik dengan aparat. Sebaliknya, kepolisian juga membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas.

Tetapi tentu saja, sinergi bukan berarti semua berita harus berakhir dengan tepuk tangan.

Justru hubungan yang sehat antara media dan kepolisian semestinya memberi ruang bagi wartawan untuk bertanya, melakukan konfirmasi, mengkritisi, sekaligus memberitakan sesuatu secara proporsional.

Sebab wartawan bukan petugas humas, dan polisi bukan penulis berita. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab sendiri.

Di situlah pentingnya kepercayaan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta tampak berbagi pengalaman, bertukar wawasan mengenai perkembangan informasi, serta membicarakan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan profesi dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasananya jauh dari kesan formal. Tidak ada podium yang membuat jarak terasa jauh. Yang ada adalah percakapan, tawa, dan diskusi yang sesekali serius.

Jumat Barokah akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda mingguan. Ia menjadi ruang untuk menjaga komunikasi tetap hidup di tengah kesibukan masing-masing.

Sebab terkadang, hubungan kerja yang baik memang tidak selalu dibangun melalui rapat panjang dan meja formal. Bisa juga dimulai dari duduk bersama, saling mendengar, lalu pulang dengan pemahaman yang sedikit lebih baik.

Bagi Pewarta Polrestabes Medan, tradisi tersebut diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.

Harapannya sederhana: media tetap kritis, polisi tetap terbuka, komunikasi tetap jalan, dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Karena pada akhirnya, sinergi media dan kepolisian bukan soal siapa paling dekat dengan siapa, melainkan bagaimana keduanya menjalankan tugas masing-masing dengan profesional demi kepentingan masyarakat.

(Ded/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *