Politikus Tarik Menarik Kepentingan, Pedagang Kaki Lima Puji Wesly Silalahi Karena Tak Pernah Dirajia
Siantar, Sumut : Pedagang kaki lima dan trotoar sepanjang jalan Sutomo dan Merdeka, berikan ucapan syukur dan terimakasih kepada Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.
Ucapan syukur dan terimakasih itu karena seluruh pedagang kaki lima dan trotoar jalan tidak pernah di rajia Sat Pol PP.
Kebijakan walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi dinilai mendukung perekonomian rakyat. Berbeda dengan masa kepemimpinan Walikota RE Siahaan, Hefriansyah dan Susanti.
Masa ketiga walikota tersebut, pedagang kaki lima dan trotoar selalu resah. Dalam sebulan, tiga kali Sat Pol melakukan rajia. Dampak aksi Rajia, para pedagang merugi karena peralatan dagang rusak dan hilang,
“Wali kota sekarang berbeda dengan tiga pendahulunya RE Siahaan, Hefriansyah dan Susanti. Wesly Silalahi mendukung pedagang kaki lima dan trotoar. Artinya beliau mendukung perekonomian rakyat kecil. Jalan dua tahun ini, seluruh pedagang kaki lima dan trotoar tidak pernah di rajia Sat Pol PP,” ungkap pedagang trotoar bernama Anton di Jalan Sutomo, Senin (21/09/2026) jam 14.00 WIB.
Kedepannya, jika kembali mencalonkan diri, seluruh pedagang kaki lima dan trotoar sepakat satu suara agar Wesly Silalahi memimpin Kota Pemtangsiantar,
“Jujur ya bang, jika Wesly Silalahi kembali mencalonkan diri, seluruh pedagang kaki lima dan trotoar sepakat mendukung beliau memimpin kota Pematangsiantar,” cetus nya.
Mereka memandang Wesly Silalahi sebagai sosok bapak penyayang. Persoalan adanya tarik menarik kepentingan di kalangan elit politik Kota Pematangsiantar, pedagang kaki lima dan trotoar jalan tidak peduli,
“Kami tidak paham politik. Urusan tarik menarik kepentingan, hal biasa karena para pelaku politik tidak mendapat kue. Terpenting bagi kami pedagang kecil ini, Wesly Silalahi sosok bapak penyayang,” timpal Johan pedagang trotoar di jalan Merdeka.
Sejak Wesly Silalahi menjadi pemimpin Pematangsiantar, suasana malam di jalan Merdeka, Sutomo, Lapangan Haji Adam Malik, Jalan Kartini, dan beberapa titik di pinggiran kota terlihat ramai pedagang kaki lima.
Pemandangan ini mencerminkan bahwa wali kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mendukung perekonomian rakyat dan layak memimpin dua periode,
“Suasana kota Pematangsiantar hidup dan meriah. Tidak seperti masa Walikota RE Siahaan, Hefriansyah dan Susanti. Pedagang kaki lima tidak diperkenankan berjualan di malam hari,” ucap seorang pedagang minuman di Jalan Merdeka, mengaku bernama Sartika.
Dampak positif adanya pedagang malam hari sambungnya, pelaku kejahatan enggan beraksi. Pengguna jalan ingin menikmati suana malam kota Pematangsiantar pun nyaman nongkrong,
“Lihatlah Warung Kopi di sekitaran taman makan pahlawan, jalan Sutomo dan Merdeka, Lapangan Adam Malik, dan beberapa titik pinggiran kota, sekarang menjadi tempat nongkrong santai,” ujarnya.
Terkait aktifitas pedagang kaki lima dan Trotoar sepanjang jalan Sutomo dan Merdeka dan beberapa titik keramaian di sudut kota, Kepala Satpol PP Kota Pematangsiantar Hasudungan Hutajulu SH belum berhasil dikonfirmasi.(***)





