Medan Makin Terang dan Aman, Rico Waas Mulai Bangun 1.000 Titik LPJU, Target 5.000 Titik Tahun Depan

Medan Makin Terang dan Aman, Rico Waas Mulai Bangun 1.000 Titik LPJU, Target 5.000 Titik Tahun Depan

MEDAN – Medan perlahan ingin meninggalkan julukan sebagai kota yang masih punya banyak sudut gelap. Pemerintah Kota Medan mulai menyalakan harapan—secara harfiah—dengan pembangunan 1.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di berbagai kawasan kota.

Program tersebut resmi dimulai Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui prosesi peletakan batu pertama pemasangan LPJU di Gang Amaliyah, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (1/10/2026).

Program ini menjadi bagian dari proyek strategis Pemko Medan untuk memperluas akses penerangan hingga ke kawasan permukiman dan gang-gang warga yang selama ini masih minim penerangan, bahkan belum memiliki tiang lampu.

“ Hari ini kita memulai program penambahan LPJU sebanyak 1.000 titik untuk seluruh wilayah Kota Medan. Khusus Wilayah 1 yang mencakup tiga kecamatan di Medan Bagian Utara, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan, alokasinya ada 183 titik. Di Gang Amaliyah ini, kita pasang 10 titik tiang setinggi 7 meter,” ujar Rico Waas.

Menurut Rico, pembenahan penerangan tidak boleh berhenti di jalan-jalan utama yang memang sudah ramai. Gang dan kawasan permukiman juga membutuhkan penerangan, terutama wilayah yang selama ini gelap karena belum memiliki tiang LPJU.

“Memang LPJU ini kan dibutuhkan untuk masyarakat, di mana kondisi kita masih banyak jalan-jalan kita yang bukan saja hanya kurang penerangannya, tapi memang sebelumnya belum ada. Belum ada tiang-tiang lampunya. Jadi, ini kita benahi agar daerah-daerah semakin terang,” katanya.

Rico menyebut, pembangunan 1.000 titik LPJU tersebut merupakan target untuk 2026. Pemko Medan bahkan menyiapkan target lebih besar pada tahun anggaran berikutnya dengan penambahan hingga 5.000 titik LPJU baru.

Jika target itu terealisasi, mudah-mudahan warga tidak lagi harus mengandalkan cahaya lampu rumah, warung atau kendaraan yang lewat untuk mengetahui apakah jalan di depan mereka masih jalan atau sudah berubah menjadi “lorong misteri”.

Bukan Cuma Lampu, Banjir dan Jalan Ikut Dibahas

Kehadiran Rico di Gang Amaliyah ternyata tidak hanya menghasilkan kabar soal lampu penerangan.

Warga juga menyampaikan persoalan lain yang sudah lama menjadi pekerjaan rumah, yakni banjir dan kerusakan jalan.

Posisi Gang Amaliyah yang lebih rendah dibandingkan jalan utama di depannya membuat kawasan tersebut rentan mengalami genangan ketika hujan turun.

Rico memastikan persoalan tersebut telah masuk dalam perencanaan Pemko Medan. Pembenahan tidak hanya menyentuh lampu jalan, tetapi juga infrastruktur pendukung.

“Kami tadi menerima laporan Gang Amaliyah sering terjadi genangan maupun banjir. Ternyata sudah dimasukkan dalam perencanaan. Jalan ini akan dibeton karena sudah rusak, dan drainasenya akan kita perbaiki agar dampak banjir bisa berkurang signifikan,” tegas Rico.

Artinya, warga tidak hanya membutuhkan jalan yang terang, tetapi juga jalan yang tidak berubah menjadi kolam ketika hujan turun.

Lampu boleh terang, tetapi kalau jalannya rusak dan air menggenang, warga tetap saja harus ekstra hati-hati. Jangan sampai program penerangan justru membuat warga semakin jelas melihat lubang jalan.

Tiang 7 Meter hingga 9 Meter

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Irsan Idris Nasution menjelaskan spesifikasi teknis pemasangan LPJU tersebut.

Untuk jalan dengan lebar 2–3 meter, digunakan tiang lampu setinggi 7 meter. Sedangkan jalan dengan lebar lebih dari 3 meter menggunakan tiang setinggi 9 meter.

Jarak antar tiang juga diatur sekitar 40 meter pada setiap titik pemasangan.

Dengan spesifikasi tersebut, Pemko Medan berharap penerangan dapat menjangkau kawasan secara lebih merata dan mendukung keamanan serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Program 1.000 titik LPJU ini pun menjadi langkah awal untuk mewujudkan Medan yang lebih terang.

Dan jika target 5.000 titik tahun depan benar-benar terealisasi, setidaknya satu hal bisa diharapkan: semakin sedikit warga Medan yang harus menebak-nebak kondisi jalan ketika pulang malam.

Sebab kota yang aman bukan hanya kota yang punya banyak kamera dan petugas, tetapi juga kota yang tidak membiarkan warganya berjalan dalam gelap.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *