Airin Rico Waas dan Dokter Kecil Praktik Cuci Tangan, Tandai Hari Cuci Tangan Sedunia di Medan
MEDAN – Kalau biasanya anak-anak sekolah diminta duduk manis mendengarkan pesan tentang hidup bersih, kali ini mereka langsung diajak praktik. Tidak cukup hanya tahu bahwa tangan harus bersih, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membersihkannya.
Pesan sederhana itu menjadi bagian dari peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tingkat Kota Medan Tahun 2026 yang ditandai dengan praktik mencuci tangan bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas dan sejumlah dokter kecil sekolah dasar. Kegiatan berlangsung di SD Negeri 060923, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (6/10/2026).
Airin bersama para dokter kecil mengikuti setiap tahapan mencuci tangan pakai sabun. Gerakannya sederhana, tetapi pesannya cukup serius: jangan sampai sabun hanya rajin dipakai ketika ada pejabat datang atau ketika kamera sedang menyala.
Turut mendampingi Airin dalam kegiatan tersebut Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ny. Fahriatunisa Erfin Fahrurrazi dan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB) Viyanti Dewi Nasution.
Jangan Cuci Tangan Hanya Saat Ada Acara
Di hadapan para siswa, Airin mengajak anak-anak menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar ritual ketika memperingati hari tertentu.
“Cuci tangan pakai sabun jangan sampai hanya kita lakukan saat ada kegiatan seperti ini. Saya ingin kebiasaan ini benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Airin.
Menurutnya, tangan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam berbagai aktivitas. Karena itu, menjaga kebersihan tangan menjadi langkah sederhana yang penting untuk membantu mencegah penyebaran kuman dan penyakit.
Airin mengingatkan para siswa membiasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain maupun setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.
Pesannya terdengar sederhana. Namun justru kebiasaan sederhana seperti inilah yang sering kalah oleh kebiasaan lain yang jauh lebih mudah dilakukan—misalnya langsung makan setelah bermain tanpa mampir dulu ke tempat cuci tangan.
Karena itu, Airin berharap kebiasaan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Ia mengajak para siswa menjadi contoh di rumah dengan mengingatkan orang tua dan anggota keluarga lainnya agar turut membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun.
“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan mencuci tangannya, tetapi kebiasaan baik yang terus dilakukan secara berkelanjutan, bahkan setelah kegiatan ini selesai,” katanya.
Dokter Kecil Jadi Duta Kebiasaan Baik
Praktik bersama dokter kecil menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Anak-anak tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga diajak mempraktikkannya secara langsung.
Dengan cara tersebut, pesan hidup bersih dan sehat diharapkan lebih mudah diterima sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, kampanye tidak berhenti pada praktik mencuci tangan. Airin bersama para dokter kecil juga melakukan aksi menari cuci tangan pakai sabun.
Gerakan tersebut dikemas lebih menyenangkan untuk mengajak generasi muda membiasakan mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebab kalau pesan kesehatan disampaikan dengan cara yang menyenangkan, kemungkinan anak-anak mengingatnya tentu lebih besar. Setidaknya, mereka tidak merasa sedang mengikuti ceramah panjang tentang sabun.
Tanam Pohon hingga Lepas Balon
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon mangga madu serta penandatanganan prasasti oleh Airin Rico Waas.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan balon sebagai simbol kampanye pentingnya menjaga kebersihan tangan.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perilaku hidup bersih dan sehat memang sebaiknya dimulai sejak usia dini.
Sebab membangun kebiasaan sehat tidak selalu membutuhkan program yang rumit. Kadang cukup dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: membuka keran, mengambil sabun, mencuci tangan dengan benar, lalu menjadikannya kebiasaan.
Dan kalau anak-anak sudah terbiasa, mungkin pekerjaan rumah berikutnya tinggal memastikan orang dewasa tidak kalah disiplin dari mereka.






