Rico Waas Apresiasi Football Cup Pemuda Pancasila, Sportivitas Jangan Kalah dari Solidaritas

Rico Waas Apresiasi Football Cup Pemuda Pancasila, Sportivitas Jangan Kalah dari Solidaritas

MEDAN – Stadion Kebun Bunga menjadi panggung adu kemampuan 27 tim dalam Turnamen Football Cup Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila Kota Medan, Selasa (13/10/2026). Di tengah semangat kompetisi, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan satu hal penting: sepak bola harus menjadi ajang memperkuat persaudaraan, bukan mencari lawan di luar lapangan.

Rico mengapresiasi inisiatif Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan yang menggelar turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan juga dapat mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda, membangun sportivitas, dan mempererat hubungan antarkader.

“Atas nama Pemko Medan dan saya pribadi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemuda Pancasila Kota Medan. Kegiatan positif seperti ini tidak hanya membangun sportivitas dan semangat perjuangan, tetapi juga mempererat kekeluargaan,” ujar Rico.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas selama pertandingan.

“Tunjukkan bahwasanya Pemuda Pancasila bisa bermain dengan sportif. Kekeluargaan itu penting, agar ke depan kader Pemuda Pancasila semakin solid untuk bersama-sama membangun Kota Medan yang lebih baik,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemenangan memang menjadi tujuan dalam pertandingan, tetapi cara meraihnya juga menentukan nilai sebuah kompetisi. Sebab, skor akhir bisa berubah, sedangkan sikap dan perilaku peserta akan meninggalkan kesan lebih lama.

27 Tim Bertanding, Solidaritas Jadi Misi Utama

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Muhammad Rahmaddian Shah, mengatakan turnamen tersebut diikuti 27 tim yang berasal dari berbagai unsur organisasi, mulai dari perwakilan MPC, Koti, BPH, Sapma, hingga pimpinan anak cabang (PAC) se-Kota Medan.

Ia menegaskan, turnamen itu bukan sekadar ajang untuk memperebutkan kemenangan, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi dan solidaritas antarkader.

Rahmaddian bahkan mengingatkan para ketua PAC yang hadir agar bertanggung jawab atas perilaku tim masing-masing.

“Ini pertandingan untuk menjalin silaturahmi dan mempererat solidaritas sesama kader, bukan ajang keributan. Tolong junjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.

Peringatan tersebut cukup relevan dalam setiap kompetisi olahraga. Semangat membela tim terkadang membuat emosi lebih cepat berlari daripada bola. Karena itu, kedewasaan peserta dan tanggung jawab pengurus menjadi bagian penting agar pertandingan berlangsung aman dan tertib.

Dalam konteks organisasi kemasyarakatan, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa kekompakan tidak harus dibuktikan melalui ketegangan, tetapi bisa dibangun lewat kompetisi yang sehat dan saling menghormati.

Olahraga sebagai Ruang Kolaborasi

Pembukaan turnamen turut dihadiri Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Ikbal Hanafi Hasibuan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan Tengku Chairuniza, serta sejumlah pengurus Pemuda Pancasila Kota Medan.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, dan organisasi kemasyarakatan memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat.

Namun, nilai kegiatan tidak berhenti pada seremoni pembukaan atau jumlah tim yang berpartisipasi. Manfaatnya akan lebih terasa apabila semangat kebersamaan yang dibangun di lapangan turut berlanjut dalam kegiatan sosial, pembinaan pemuda, dan kontribusi nyata bagi lingkungan.

Bagi Kota Medan, olahraga juga dapat menjadi sarana membangun budaya kompetisi yang sehat di tengah masyarakat. Kemenangan patut dirayakan, tetapi menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada merupakan bagian yang tidak kalah penting.

Pada akhirnya, Football Cup HUT ke-67 Pemuda Pancasila diharapkan bukan hanya melahirkan tim terbaik, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarkader.

Sebab, dalam sepak bola, mencetak gol memang penting. Namun, menjaga kepala tetap dingin ketika pertandingan memanas jauh lebih penting. Jangan sampai niat mempererat silaturahmi justru berakhir dengan urusan yang tidak ada dalam daftar pertandingan.

Pesan Rico Waas pun jelas: bertandinglah dengan semangat, raih kemenangan dengan terhormat, dan jaga kekeluargaan setelah peluit akhir berbunyi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *