Agha Novrian Minta Jajaran Bapenda Medan Gaspol Kejar PAD: Jangan Merasa Spesial, Kita Tetap Pelayan Masyarakat

Agha Novrian Minta Jajaran Bapenda Medan Gaspol Kejar PAD: Jangan Merasa Spesial, Kita Tetap Pelayan Masyarakat

MEDAN — Mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sambil menunggu inspirasi datang. Angka target sudah ditetapkan, waktu terus berjalan, dan selisih beberapa persen pun tetap harus dikejar.

Pesan itulah yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, saat memimpin apel gabungan jajaran Bapenda Kota Medan di halaman Kantor Bapenda Kota Medan, Senin (27/7/2026).

Dalam arahannya, Agha menyoroti capaian PAD Kota Medan yang masih belum sepenuhnya memenuhi target. Meski selisihnya tinggal beberapa persen, ia meminta seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri dan justru meningkatkan ritme kerja untuk mengejar sisa target penerimaan.

Bahasa sederhananya: kalau tinggal sedikit, justru jangan malah menginjak rem.

Agha mengajak seluruh jajaran Bapenda agar lebih maksimal menjalankan program kerja sekaligus terus melahirkan inovasi dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah. Baginya, target PAD bukan sekadar angka yang terpampang dalam laporan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang harus dikejar hingga akhir.

Apalagi sebelumnya, Agha menyampaikan apresiasi langsung dari Wali Kota Medan kepada seluruh jajaran Bapenda atas kinerja dalam rapat evaluasi penerimaan PAD Triwulan II Tahun 2026.

Apresiasi tersebut tentu menjadi kabar baik. Tetapi seperti biasa, pujian dalam dunia kerja pemerintahan bukan tanda pertandingan sudah selesai. Justru bisa menjadi suntikan semangat untuk bekerja lebih keras.

Agha menegaskan, kepercayaan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan kepada Bapenda sebagai salah satu ujung tombak dalam mengejar PAD harus dijaga dengan kinerja maksimal.

“Kita harus menjaga kepercayaan pimpinan dalam hal ini Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan yang diberikan kepada kita sebagai ujung tombak dalam mengejar PAD Kota Medan. Kita harus selalu maksimal dalam bekerja,” tegas Agha.

Namun ada satu pesan lain yang tak kalah menarik. Agha tidak hanya bicara soal target dan penerimaan. Ia juga mengingatkan jajaran Bapenda agar tidak terjebak pada perasaan sebagai instansi yang paling penting hanya karena mengurusi pajak dan PAD.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi pegawai Bapenda untuk merasa lebih spesial, lebih hebat atau lebih khusus dibanding organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

“Jangan merasa kita lebih spesial, lebih hebat, lebih khusus daripada OPD lainnya. Kita ini sama dengan OPD lainnya, tidak ada bedanya. Kita juga pelayan masyarakat,” ujarnya.

Pesan ini sederhana, tetapi cukup relevan. Sebab semakin besar tanggung jawab sebuah instansi, semestinya semakin besar pula kerendahan hati dan tanggung jawab pelayanannya.

Pajak memang penting. PAD memang penting. Tetapi masyarakat tetaplah masyarakat. Mereka tidak datang ke kantor pemerintah untuk bertemu “instansi super”, melainkan untuk mendapatkan pelayanan.

Dengan begitu, pegawai Bapenda diminta menjaga sikap dalam menjalankan tugas, baik ketika berada di kantor maupun saat turun langsung ke lapangan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bapenda Kota Medan yang menjadi ujung tombak di berbagai wilayah. Mereka bersentuhan langsung dengan wajib pajak, melakukan pelayanan, sosialisasi hingga menjalankan berbagai upaya mengejar target penerimaan di wilayah masing-masing.

Agha memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja keras jajaran UPT tersebut.

Namun apresiasi itu datang bersama pesan yang tidak boleh dilupakan: integritas.

Petugas lapangan diminta menjaga perilaku dan nama baik institusi ketika berhadapan dengan masyarakat. Sebab di lapangan, yang dilihat masyarakat bukan hanya seragam atau jabatan, tetapi bagaimana petugas bersikap.

“Tetap jaga integritas dan perilaku selama di lapangan, jaga nama baik Bapenda Kota Medan di mata masyarakat Kota Medan,” tutupnya.

Pada akhirnya, mengejar PAD bukan hanya persoalan bagaimana membuat angka penerimaan naik. Ada kepercayaan masyarakat yang harus dijaga, ada pelayanan yang harus diperbaiki, dan ada integritas yang tidak boleh ikut dihitung sebagai angka tambahan.

Target boleh dikejar gaspol. Inovasi wajib ditambah. Tetapi satu hal jangan sampai ikut tertinggal di belakang: etika sebagai pelayan masyarakat.

Karena bagi Bapenda, sukses bukan hanya ketika target PAD tercapai. Lebih lengkap lagi jika target tercapai dengan cara yang membuat masyarakat tetap merasa dihargai.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *