Apel Pagi Rasa Perpisahan Sekretaris DPRD Medan: Dari Barisan ke Kenangan

Politik17 Dilihat

Medan— Halaman kantor Sekretariat DPRD Kota Medan pagi itu tidak hanya diisi barisan rapi dan suara komando, tetapi juga nuansa yang sedikit berbeda—lebih hangat, dan diam-diam lebih emosional. Apel pagi yang biasanya berjalan formal, kali ini sekaligus menjadi ajang ramah tamah dan pelepasan, Selasa (10/03/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Ali Sipahutar, yang untuk terakhir kalinya berdiri di depan barisan sebagai Sekretaris DPRD Kota Medan. Sebuah momen yang, dalam gaya Horatian, terasa seperti apel biasa—hanya saja dengan sedikit lebih banyak kenangan di udara.

Turut hadir para Kepala Bagian, Kasubbag Tata Usaha dan Kepegawaian, para Ketua Tim, ASN, hingga petugas kebersihan dan keamanan. Sebuah formasi lengkap yang menunjukkan bahwa organisasi ini memang berjalan bukan hanya oleh pejabat, tetapi juga oleh mereka yang sering bekerja tanpa banyak sorotan.

Dalam sambutannya, Muhammad Ali Sipahutar, S.S.T.P., M.A.P., menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran. Ucapan yang sederhana, namun seperti biasa, menyimpan banyak cerita yang tidak sempat dirinci—tentang kerja sama, dinamika, dan rutinitas yang perlahan menjadi kebiasaan.

Diketahui, beliau telah dilantik dan dikukuhkan sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Utara oleh Bobby Afif Nasution pada 9 Maret yang lalu. Sebuah langkah naik yang tentu membanggakan, meski tetap meninggalkan ruang kosong yang akan segera diisi oleh cerita baru.

Dalam nuansa santai, apel pagi itu terasa seperti pertemuan antara formalitas dan perasaan. Ada barisan yang tetap tegak, tetapi juga ada senyum yang sedikit lebih lama dari biasanya. Seolah semua sepakat bahwa hari itu bukan sekadar rutinitas.

Ramah tamah yang mengikuti apel menjadi ruang untuk mempererat kembali kebersamaan—atau mungkin, untuk menyimpan momen sebelum benar-benar berpisah dalam rutinitas yang berbeda.

Pada akhirnya, apel pagi ini bukan hanya tentang disiplin dan kehadiran, tetapi juga tentang perjalanan. Tentang bagaimana seseorang memulai, menjalani, dan akhirnya melangkah ke tempat baru dengan membawa pengalaman lama.

Dan seperti apel pagi pada umumnya, kegiatan ini pun selesai tepat waktu. Hanya saja kali ini, yang dibawa pulang bukan sekadar instruksi kerja—melainkan juga kenangan yang mungkin akan diingat lebih lama dari biasanya. Apel ditutup dengan pemberian cenderamata, ucapan selamat dan foto bersama.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *