Audiensi, Aspirasi, dan Agenda: Ketika Suara Perempuan Ikut Duduk di Meja Kebijakan

Politik14 Dilihat

Medan— Di tengah padatnya agenda pemerintahan kota, ada satu pertemuan yang menghadirkan perspektif berbeda: suara perempuan yang datang bukan sekadar untuk didengar, tetapi juga untuk berdialog dan merancang langkah bersama.

Kaukus Perempuan Kota Medan yang merupakan anggota DPRD Medan perempuan melaksanakan audiensi dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 2 Medan, Selasa (09/02/2026) .

Audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua Kaukus Perempuan Kota Medan, Modesta Marpaung, S.K.M., S.Keb., bersama para anggota Kaukus Perempuan Kota Medan. Dalam suasana yang formal namun tetap terbuka, pertemuan ini menjadi ruang bertukar pikiran yang mengalir tanpa terlalu banyak sekat.

Dalam gaya Horatian yang ringan, audiensi ini bisa diibaratkan sebagai “rapat kecil dengan harapan besar”—di mana ide-ide tidak selalu langsung menghasilkan keputusan, tetapi menjadi bahan penting untuk perjalanan berikutnya.

Pembahasan utama dalam audiensi tersebut meliputi program dan rencana kegiatan Kaukus Perempuan Kota Medan Tahun 2026. Fokusnya tidak hanya pada penyusunan kegiatan, tetapi juga pada upaya meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam berbagai aspek kehidupan di Kota Medan.

Selain itu, Kaukus Perempuan Kota Medan juga menyampaikan harapan agar mendapat dukungan, masukan, dan arahan dari Wali Kota Medan dalam menjalankan program-program ke depan. Sebuah langkah yang mencerminkan bahwa kolaborasi tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari komunikasi yang terbuka.

Sebagai wadah yang memiliki peran dalam mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam politik, memperkuat suara perempuan dalam proses pembuatan kebijakan, serta meningkatkan kapasitas perempuan di berbagai bidang, Kaukus Perempuan Kota Medan menempatkan audiensi ini sebagai bagian dari upaya memperluas ruang kontribusi.

Di sisi lain, pertemuan ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan kota bukan hanya tentang infrastruktur dan angka-angka statistik, tetapi juga tentang bagaimana berbagai kelompok masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam prosesnya.

Dalam suasana yang santai namun substansial, dialog antara Kaukus Perempuan dan Pemerintah Kota Medan mencerminkan satu hal sederhana: bahwa partisipasi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar—kadang cukup dengan duduk bersama, menyampaikan gagasan, dan membuka ruang untuk saling memahami.

Dan jika dari pertemuan ini lahir program yang lebih inklusif, maka audiensi tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian kecil dari proses panjang menuju keterlibatan yang lebih luas dan bermakna.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *