Audiensi Penuh Semangat: Dari Kursi Roda ke Kursi Rapat, Semua Siap Bersinergi

Politik26 Dilihat

Medan — Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa di ruang kerja Ketua DPRD Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 1. Di tempat yang biasanya dipenuhi agenda serius itu, kali ini hadir energi berbeda lewat audiensi bersama National Paralympic Committee Indonesia Kota Medan, Selasa (31/03/2026).

Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, menerima langsung kunjungan tersebut dengan sikap terbuka—sebuah momen yang menunjukkan bahwa pintu komunikasi memang selalu terbuka, tentu saja selama dijadwalkan dengan baik.

Audiensi ini disebut sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi. Tiga kata yang sering hadir bersama dalam setiap pertemuan resmi—seperti paket lengkap yang tidak pernah ketinggalan dalam undangan.

Dalam nuansa Horatian, pertemuan ini terasa ringan dan penuh harapan. DPRD dan organisasi masyarakat duduk bersama, berbincang, bertukar pandangan, dan tentu saja, menyepakati pentingnya kerja sama ke depan. Sebuah proses yang selalu dimulai dengan diskusi—dan diharapkan berlanjut ke aksi, meski kadang aksi itu membutuhkan waktu yang sedikit lebih panjang dari durasi audiensi.

Kehadiran NPCI Kota Medan sendiri membawa pesan penting tentang inklusivitas dan semangat olahraga disabilitas. Sebuah pengingat bahwa prestasi tidak mengenal batas fisik—meski kadang masih harus berhadapan dengan batas administratif.

Di sisi lain, DPRD sebagai lembaga legislatif kembali menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Dan seperti jembatan pada umumnya, yang terpenting bukan hanya berdiri kokoh, tetapi juga benar-benar dilalui.

Pertemuan di ruang kerja ini pun berlangsung dengan suasana akrab. Tidak ada podium tinggi, tidak ada jarak yang terlalu formal—hanya kursi-kursi yang diatur sedemikian rupa agar percakapan bisa mengalir, setidaknya sampai waktu audiensi selesai.

Pada akhirnya, audiensi ini menjadi pengingat sederhana: bahwa membangun kota tidak selalu dimulai dari proyek besar, tapi juga dari percakapan kecil yang dibangun dengan niat baik.

Dan jika sinergi yang dibicarakan benar-benar berjalan, maka pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi—melainkan awal dari langkah bersama yang, semoga, tidak berhenti di ruang kerja saja.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *