Pembagian ayam kampung dilakukan sebagai inisiatif Pemerintah Desa Tengah dalam membantu warga yang membutuhkan. Hewan ternak ini disalurkan kepada keluarga yang telah terdata oleh kepala dusun (kadus) untuk mendukung peningkatan perekonomian mereka.
Serka Suryanto menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat mengembangkan peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan. “Ayam kampung yang dibagikan dapat menjadi peluang usaha, karena cepat berkembang biak dan berpotensi menambah pemasukan bagi keluarga penerima,” ujarnya.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal. Selain itu, Babinsa menegaskan bahwa ketahanan pangan hewani merupakan bagian penting dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kepala Desa Tengah mengapresiasi kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini. Menurutnya, pendampingan dari TNI memberikan rasa percaya diri kepada warga untuk lebih serius dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan.
Warga yang menerima bantuan menyambut baik program tersebut. Salah seorang penerima, Bapak Hadi, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Dengan bantuan ini, kami merasa terbantu untuk memulai beternak ayam dan berharap hasilnya bisa membantu kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Babinsa Desa Tengah berharap warga memanfaatkan bantuan dengan optimal. “Kami ingin semua bantuan ini dikembangkan dengan baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” kata Serka Suryanto.
Program ketahanan pangan hewani di Desa Tengah ini diharapkan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan sumber daya lokal. Kolaborasi antara pemerintah desa dan TNI menjadi kunci keberhasilan program ini untuk mencapai tujuan yang diinginkan.