Babinsa Kelurahan Pandau Hilir Koramil 0201-02/MT, Serka Robinson Hutapea, menghadiri kegiatan Mini Lokakarya Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Perjuangan, Jl. Pendidikan No. 89, Kelurahan Tegal Rejo. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung dengan lancar, mengangkat isu penting seputar pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Medan Perjuangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, termasuk Camat Medan Perjuangan Hidayat, AP, S.Sos, M.SP, Sekretaris Camat Faisal Hasahap S.Kom, MM, Kepala Puskesmas Sentosa Baru dr. Hari Putra Dermawan M.H, serta perwakilan dari KUA, para Lurah, kader PKK, ahli gizi, penyuluh KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Rangkaian kegiatan mini lokakarya dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, serta sambutan dan pengarahan dari Camat Medan Perjuangan. Dalam sambutannya, Camat menyampaikan pentingnya kerja sama antara seluruh elemen masyarakat dalam upaya preventif dan penanganan stunting, khususnya pada balita dan ibu hamil.
Setelah sambutan camat, laporan kegiatan disampaikan oleh Koordinator KB Kecamatan Medan Perjuangan. Dalam laporannya, disampaikan berbagai data dan strategi yang telah dilakukan untuk menekan angka stunting, termasuk upaya edukasi gizi, pendampingan keluarga, serta pelayanan kesehatan yang intensif di puskesmas dan posyandu.
Acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka antar peserta, yang membahas tantangan dan solusi di lapangan dalam penanganan stunting. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan memberikan masukan konstruktif. Diskusi ini menjadi wadah kolaboratif untuk menyatukan langkah dan strategi yang lebih efektif.
Babinsa Serka Robinson Hutapea yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa TNI, khususnya Babinsa, memiliki peran penting dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk penanggulangan stunting. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan program penanganan stunting berjalan optimal hingga ke tingkat keluarga,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, penanganannya harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutup Serka Robinson Hutapea.






