Bapenda Medan Jadi Tempat Belajar QRESTO, Karena Inovasi yang Baik Memang Layak Ditiru

Ekonomi5 Dilihat

Bapenda Medan Jadi Tempat Belajar QRESTO, Karena Inovasi yang Baik Memang Layak Ditiru

Medan – Kalau dulu orang datang ke Medan untuk urusan bisnis atau kuliner, kini ada alasan baru. Datang untuk belajar bagaimana mengelola pajak daerah dengan lebih modern.

Senin (22/6/2026), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menerima kunjungan koordinasi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Simalungun di Ruang Rapat Lantai 1 Bapenda Kota Medan. Agenda utamanya bukan sekadar silaturahmi, melainkan menggali pengalaman Bapenda Medan dalam menerapkan QRESTO, sistem digital yang mendukung pengelolaan pajak restoran secara lebih transparan dan efisien.

Rombongan BPKPD Kabupaten Simalungun yang dipimpin Kabid Pengelolaan Retribusi dan Pajak Daerah Lainnya, Parmonangan Situmorang, S.E., M.Si., diterima oleh Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian, yang diwakili Kasubbid Teknis Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan (HRH), Darwin Marpaung. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dan Bank Sumut Pusat.

Topik yang dibahas cukup menarik, yakni implementasi QRESTO, sebuah inovasi digital yang membantu pencatatan transaksi pajak restoran secara otomatis sehingga proses pemungutan pajak menjadi lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Satire kecilnya begini. Dulu orang sering bertanya, “Berapa omzet hari ini?” Sekarang, lewat sistem digital, pertanyaannya berubah menjadi, “Masih sempat disembunyikan?” Teknologi memang punya cara sendiri untuk membuat semuanya lebih terbuka.

Bagi Bapenda Kota Medan, kunjungan ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak berhenti ketika sebuah sistem berhasil diterapkan. Justru keberhasilan itu akan semakin bernilai ketika bisa menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin membangun sistem perpajakan yang lebih baik.

QRESTO sendiri menjadi salah satu langkah transformasi digital yang terus dikembangkan Bapenda Kota Medan. Tujuannya sederhana, mempermudah pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus memastikan penerimaan daerah tercatat secara transparan. Ketika transaksi tercatat dengan baik, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dapat dioptimalkan tanpa menambah kerumitan bagi wajib pajak.

Kabid Pengelolaan Retribusi dan Pajak Daerah Lainnya BPKPD Kabupaten Simalungun menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bapenda Kota Medan dalam berbagi pengalaman. Ia berharap hasil koordinasi tersebut dapat menjadi bekal bagi Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mempersiapkan implementasi QRESTO di daerahnya.

Pada akhirnya, inovasi memang tidak mengenal batas wilayah. Ketika satu daerah berhasil menemukan cara yang lebih efektif melayani masyarakat dan mengelola pajak, daerah lain tidak perlu memulai dari nol. Tinggal belajar, menyesuaikan, lalu mengembangkan. Dan Bapenda Kota Medan tampaknya sedang menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah inovasi bukan hanya diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi juga dari seberapa banyak daerah lain yang ingin menirunya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *