Bobby Nasution Dorong Pendawa Indonesia Perkuat UMKM, 10.000 Sertifikat Halal Disiapkan Gratis

Bobby Nasution Dorong Pendawa Indonesia Perkuat UMKM, 10.000 Sertifikat Halal Disiapkan Gratis

MEDAN – Organisasi masyarakat boleh bertambah usia, tetapi pekerjaan rumah untuk masyarakat jangan ikut menua. Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kepada Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia yang merayakan Milad ke-27.

Bobby berharap Pendawa Indonesia tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan menjaga kebersamaan antaranggota. Organisasi tersebut diharapkan ikut mengambil bagian dalam pembangunan Sumatera Utara, terutama melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor pada Puncak Perayaan Harmoni Milad ke-27 Pendawa Indonesia di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Minggu (20/9/2026).

Ada kabar cukup menarik bagi pelaku UMKM yang hadir. Pemprov Sumut, kata Timur, menyiapkan 10.000 sertifikat halal secara gratis bagi pelaku usaha.

“Tadi Bapak Gubernur Sumatera Utara menyampaikan pesan melalui telepon bahwa bagi Bapak/Ibu para pelaku UMKM akan disediakan 10.000 sertifikat halal secara gratis,” ujar Timur saat menyampaikan pesan Bobby.

Bagi pelaku usaha kecil, sertifikat halal tentu bukan sekadar selembar dokumen yang kemudian disimpan rapi di dalam map. Sertifikasi dapat menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pasar.

Tinggal satu tantangannya: jangan sampai sertifikatnya gratis, tetapi proses mengejarnya justru terasa seperti mengikuti lomba lari dengan rintangan.

Timur mengatakan Pemprov Sumut mendukung pemberdayaan ekonomi lokal karena UMKM dinilai menjadi salah satu motor penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

Ia juga menilai usia 27 tahun merupakan perjalanan panjang bagi sebuah organisasi kemasyarakatan. Dalam perjalanan tersebut, Pendawa Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi dan memperluas partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

“Pembangunan Sumatera Utara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menurut Timur, kolaborasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh adat hingga masyarakat umum perlu bergerak bersama.

Ia berharap Pendawa Indonesia terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan kata lain, jangan sampai organisasi ramai ketika milad, tetapi sepi ketika masyarakat membutuhkan manfaat nyata.

Pendawa Punya Sayap UMKM

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pendawa Indonesia Ruslan mengatakan organisasinya telah memiliki lembaga sayap khusus bernama UMKM Pendawa Sumut.

Lembaga tersebut dibentuk untuk membina, mendampingi dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil di Sumatera Utara.

Ruslan juga mengingatkan seluruh anggota Pendawa Indonesia agar menjaga kebersamaan dan saling mengayomi. Ia mendorong anggota membangun hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri dan pemerintah daerah.

“Pendawa Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada aksi sosial, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi komunitas,” ujar Ruslan.

Milad ke-27 pun akhirnya bukan sekadar perkara bertambahnya angka usia organisasi. Tantangannya justru bagaimana usia tersebut bisa diterjemahkan menjadi semakin banyak program yang dirasakan masyarakat.

Sebab bagi UMKM, pembangunan dan organisasi kemasyarakatan, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan seberapa meriah acara perayaan, melainkan seberapa nyata manfaat yang tersisa setelah panggung dibongkar dan kursi kembali ditumpuk.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *