CKG Sumut Baru Tembus 32,81%, Dinkes Optimistis Kejar Target 46% hingga Akhir Tahun

CKG Sumut Baru Tembus 32,81%, Dinkes Optimistis Kejar Target 46% hingga Akhir Tahun

MEDAN – Target Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebesar 46% di Sumatera Utara pada akhir 2026 masih harus dikejar. Hingga 22 Oktober, capaian yang tercatat dalam aplikasi nasional baru mencapai 32,81%. Meski begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut optimistis target tersebut dapat diraih sebelum tahun berganti.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menyampaikan optimisme tersebut dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (22/10/2026).

Hery menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun hingga 19 Oktober 2026, capaian CKG masih berada di kisaran 31,82%. Sementara itu, data terbaru yang disampaikan pada konferensi pers menunjukkan angka 32,81%.

“Per hari ini, CKG kita sudah 32,81%, yaitu sebanyak 5 juta lebih. Artinya setiap hari jika data di-update, saya yakin angka perhitungan manual kami yang dilaporkan kabupaten/kota sebenarnya sudah bisa mencapai 35%. Namun yang masuk resmi di aplikasi baru sekitar 32,81% per hari ini,” jelas Hery.

Menurutnya, peningkatan capaian setiap pekan menjadi salah satu dasar optimisme Dinkes Sumut untuk mencapai target 46% hingga 31 Desember 2026.

Namun, angka capaian tersebut juga memperlihatkan pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Pelaksanaan program perlu terus diperluas, sementara pencatatan data harus dipastikan berjalan lancar agar gambaran capaian di lapangan dapat tercermin secara akurat dalam sistem nasional.

Data Tersendat, Aplikasi Jadi Kendala

Hery mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi adalah proses penginputan data melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), yang dikelola secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan.

Gangguan jaringan dan pemeliharaan aplikasi disebut menyebabkan data pemeriksaan yang telah dilakukan di daerah tidak selalu langsung tercatat dalam sistem.

“Semua aplikasi kita dikendalikan oleh Kementerian Kesehatan, jadi kita hanya penginputan. Begitu ada masalah jaringan atau aplikasi kendala, contohnya dua bulan terakhir ini paling hanya 4 hari terbuka dalam sebulan, selebihnya maintenance karena aplikasi ini digunakan seluruh Indonesia, 38 provinsi,” paparnya.

Kondisi tersebut membuat angka yang dihitung secara manual berdasarkan laporan kabupaten/kota berpotensi berbeda dengan capaian resmi yang tercatat di aplikasi.

Dinkes Sumut memperkirakan capaian berdasarkan laporan lapangan sudah mendekati 35%, sedangkan angka yang masuk ke sistem masih 32,81%.

Perbedaan ini menunjukkan pentingnya sinkronisasi data agar pemerintah dapat menilai perkembangan program secara tepat. Sebab, dalam program kesehatan berskala besar, keberhasilan bukan hanya soal berapa banyak warga yang sudah diperiksa, tetapi juga bagaimana hasil pemeriksaan dan tindak lanjutnya tercatat dengan baik.

Meski demikian, Dinkes Sumut tetap optimistis peningkatan pelaksanaan CKG akan membantu mengejar target hingga akhir tahun.

CKG Bukan Diagnosis Akhir

Selain menjelaskan capaian program, Hery meluruskan pemahaman mengenai mekanisme pelayanan CKG. Menurutnya, program tersebut merupakan skrining awal untuk mendeteksi faktor risiko dan potensi masalah kesehatan, dengan parameter pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia dan faktor risiko.

“CKG ini adalah cek gratis skrining. Jika dari hasil skrining ditemukan indikasi atau masalah kesehatan, peserta tidak langsung dirujuk ke rumah sakit, melainkan diberikan rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu untuk pemeriksaan dasar. Jika di Puskesmas membutuhkan penanganan dokter spesialis, baru dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah,” pungkasnya.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang mengikuti CKG dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya. Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi dan menentukan penanganan yang sesuai.

Pemprov Sumut mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan CKG di Puskesmas maupun pos pelayanan terdekat. Pemeriksaan sejak dini diharapkan dapat membantu menemukan faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Sebab, mengetahui kondisi kesehatan lebih awal memberi kesempatan bagi masyarakat dan tenaga medis untuk mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan yang tepat.

Bantu Deteksi Dini TBC

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut, Miswar, mengatakan CKG juga dapat mendukung upaya pencegahan dan penemuan kasus penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“CKG ini sangat membantu di program kami, di P2P. Melalui pemeriksaan CKG, fasilitas kesehatan dapat menjaring dan mendeteksi lebih dini kasus-kasus penyakit menular di tengah masyarakat, termasuk mengoptimalkan penelusuran kasus TBC di 33 kabupaten/kota agar penanganan dan pengobatannya dapat segera dilakukan secara tuntas,” katanya.

Optimalisasi deteksi dini TBC penting agar orang yang terindikasi dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, keberhasilan program CKG tidak cukup diukur dari persentase yang tercantum dalam laporan. Capaian tersebut perlu berjalan seiring dengan kemudahan akses layanan, ketepatan pencatatan, dan tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.

Target 46% hingga akhir tahun menjadi sasaran yang kini dikejar Pemprov Sumut. Tantangannya adalah memastikan warga semakin banyak yang terlayani dan setiap hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Sebab, pemeriksaan gratis baru benar-benar memberi manfaat ketika bukan hanya berhasil menjaring peserta, tetapi juga membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh penanganan yang diperlukan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *