Geger, Staf Khusus Kemendikbudristek Diperiksa Kejagung Gara-gara Proyek DIgitalisasi Pendidikan

Kriminal56 Dilihat

matabangsa.com – Jakarta: Program digitalisasi pendidikan ternyata ngak sepenuhnya cemerlang. Di balik ambisinya membawa teknologi ke ruang-ruang kelas, kini muncul aroma tak sedap. Yup, Kejaksaan Agung RI kembali bergerak – kali ni menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek Digitalasasi Pendidikan di Kemendikbudristekdari tahun 2019 sampai 2022.

Satu orang saksi diperiksa hari ini, Jumat 13 Juni 2025, oleh TIm Jaksa Penyidik dari Direktorat Penyidikan Jam Pidsus. Dia adalah FH, mantan staf khusus di Kemendikbudristek pada tahun 2020.

FH diperiksa unutk mendalami alur proyek digitalsasi yang awalnya bertujuan mulia, mempercepat akses pendidikan berbasi teknologi di seluruh Indonesia. Tapi dugaan penyimpangan membuat program khusus ini justru masuk meja penyidik.

Belum ada keterangan rinci soal materi pemeriksaan. Namun, menurut Kejagung, pemanggilan FH penting untuk memperkuat bukti dan melengkapi berkas perkara dugaan korupsi yang sudah masuk tahap penyidikan.

Sejak awal kasus ini mencuat, banyak mata tertuju ke bagaimana anggaran besar untuk pembelian perangkat TIK, aplikasi, dan platform pembelajaran daring dikelola. Dugaan kuat, ada yang tak transparan—dan bisa saja berdampak pada kualitas pendidikan di daerah.

Netizen pun mulai bertanya-tanya: siapa lagi yang akan dipanggil? Apakah ini akan membuka babak baru dalam pemberantasan korupsi di sektor pendidikan?

Yang jelas, Kejaksaan Agung memastikan proses penyidikan masih terus berjalan dan belum akan berhenti sampai semua pihak yang terlibat diusut tuntas.

Stay tuned, guys. Perkara ini bukan cuma soal teknologi—tapi juga tentang masa depan generasi muda yang (seharusnya) jadi prioritas utama.(dave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *