Harris Bobihoe Tinjau Kopdes Merah Putih di Bekasi: Harga Lebih Murah, Emak-Emak Bisa Tersenyum

Harris Bobihoe Tinjau Kopdes Merah Putih di Bekasi: Harga Lebih Murah, Emak-Emak Bisa Tersenyum

KOTA BEKASI – Di tengah harga kebutuhan rumah tangga yang kerap membuat isi dompet harus berpikir dua kali sebelum dibuka, kabar soal barang yang lebih murah tentu menarik perhatian. Apalagi jika yang dibicarakan adalah gas elpiji 3 kilogram dan minyak goreng, dua kebutuhan yang akrab dalam daftar belanja harian masyarakat.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menemukan hal tersebut saat meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dalam kunjungan itu, Harris mengecek operasional koperasi sekaligus berbelanja bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN). Ia menyebut harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual relatif lebih murah dibandingkan harga yang biasa ditemui masyarakat.

“Tadi sempat menanyakan harga gas melon 3 kg hanya Rp16 ribuan, minyak selisih Rp2 ribuan. Lumayan buat emak-emak yang berbelanja kebutuhan. Ayo belanja di Kopdes Merah Putih, harga lebih murah dan mutunya terjamin,” ujar Harris.

Pernyataan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi koperasi yang diharapkan mampu mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari. Namun, dalam urusan belanja rumah tangga, satu hal tetap menjadi penentu: harga yang lebih murah harus bisa dibuktikan dan dipertahankan, bukan hanya menarik ketika pejabat datang berkunjung.

Koperasi Harus Bermanfaat, Bukan Sekadar Papan Nama

Harris mengatakan, KDKMP Bojong Menteng telah berjalan cukup baik dengan dukungan sumber daya manusia, mulai dari manajer hingga pegawai, serta sarana dan prasarana yang dinilai memadai.

Menurutnya, pengelolaan koperasi masih perlu terus ditingkatkan, terutama dari sisi tata kelola dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan begitu, warga memahami manfaat koperasi sekaligus mengetahui layanan dan produk yang tersedia.

“Kita harapkan ke depan makin lebih baik, makin baik dari sisi tata kelola, dari sisi sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa tahu secara utuh tentang manfaat dari hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini,” ujarnya.

Pesan tersebut penting karena keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari kesiapan bangunan, kelengkapan fasilitas, atau tersedianya kendaraan operasional. Ukuran yang lebih menentukan adalah seberapa besar koperasi mampu menjawab kebutuhan warga dan memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Dalam konteks itu, KDKMP memiliki tantangan untuk membangun kepercayaan masyarakat melalui harga yang kompetitif, ketersediaan barang, pelayanan yang baik, serta pengelolaan yang transparan.

Sebab, warga biasanya tidak terlalu mempersoalkan seberapa bagus nama program di spanduk. Mereka lebih tertarik pada pertanyaan sederhana: barangnya tersedia, harganya masuk akal, dan belanjanya tidak bikin pengeluaran membengkak atau tidak?

Gas Rp16 Ribuan, Selisih Harga Perlu Terus Dijaga

Saat kunjungan, Harris juga menjajal kendaraan operasional koperasi dan memeriksa harga sejumlah kebutuhan rumah tangga. Ia menyebut gas elpiji 3 kilogram dijual sekitar Rp16 ribuan, sedangkan harga minyak goreng memiliki selisih sekitar Rp2.000 dibandingkan pembanding yang digunakannya.

Jika perbedaan harga tersebut konsisten, koperasi berpotensi menjadi pilihan belanja yang membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran sehari-hari.

Meski demikian, perbandingan harga perlu dilakukan secara setara, dengan memperhatikan jenis produk, ukuran kemasan, lokasi penjualan, dan waktu pengecekan. Khusus elpiji 3 kilogram, harga juga perlu dilihat berdasarkan ketentuan distribusi serta harga eceran yang berlaku di wilayah setempat.

Langkah tersebut penting agar klaim harga lebih murah memiliki dasar yang jelas dan tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di kalangan konsumen.

Bagi keluarga dengan anggaran terbatas, selisih beberapa ribu rupiah memang bisa berarti. Namun, manfaat koperasi akan semakin terasa apabila harga yang kompetitif disertai pasokan barang yang stabil dan pelayanan yang mudah dijangkau.

Ujian Sesungguhnya Ada pada Belanja Warga

Peninjauan KDKMP Bojong Menteng menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi mendorong koperasi sebagai infrastruktur ekonomi yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya bagaimana membuat koperasi beroperasi dengan baik, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Transparansi harga, laporan pengelolaan, ketersediaan kebutuhan pokok, dan evaluasi berkala dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Sebab, koperasi yang berhasil bukanlah koperasi yang hanya ramai ketika dikunjungi pejabat, melainkan yang tetap didatangi warga ketika hari kerja biasa, ketika kebutuhan dapur harus dipenuhi, dan ketika setiap rupiah dalam anggaran keluarga perlu dihitung dengan cermat.

Pada akhirnya, Kopdes Merah Putih akan dinilai bukan dari panjangnya nama program, melainkan dari manfaat yang sampai ke meja makan masyarakat. Kalau harga memang lebih murah, barang tersedia, dan mutu terjaga, warga tentu punya alasan untuk kembali berbelanja.

Karena bagi masyarakat, promosi terbaik bukanlah slogan di depan toko, melainkan harga yang terbukti lebih bersahabat saat transaksi dilakukan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *