Imigrasi Belawan Siapkan Pengawasan Kedatangan Delegasi IMT-GT ke-32 di Sumut
MEDAN — Persiapan pelaksanaan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 Tahun 2026 mulai dimatangkan. Sejumlah instansi di Sumatera Utara melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk kedatangan delegasi dari sejumlah negara, berjalan sesuai rencana.
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan turut menghadiri Rapat Lanjutan Persiapan Panitia Daerah IMT-GT ke-32 Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat H.M. Abduh Pane, M.A., Kantor Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Rabu 26 Agustus 2026.
Rapat diawali dengan pemaparan mengenai kesiapan pelaksanaan kegiatan IMT-GT ke-32. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana kedatangan delegasi dari Thailand, Malaysia dan China melalui Bandara Internasional Kualanamu pada 7 September 2026.
Kedatangan delegasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 10 September 2026.
Dalam rapat tersebut, masing-masing instansi menyampaikan paparan mengenai tugas serta kontribusi yang akan diberikan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan penyampaian berbagai masukan dari peserta rapat.
Koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan sejak awal, termasuk aspek pelayanan dan pengawasan keimigrasian terhadap delegasi yang datang dari luar negeri.
Bagi petugas Imigrasi, kedatangan delegasi internasional tentu bukan sekadar soal menyambut tamu di pintu kedatangan. Dokumen perjalanan, pemeriksaan keimigrasian dan kelancaran arus keluar-masuk orang tetap menjadi bagian dari tugas yang harus berjalan sesuai ketentuan.
Melalui rapat tersebut, pembagian tugas dan kontribusi masing-masing instansi dalam pelaksanaan IMT-GT ke-32 Tahun 2026 telah disampaikan. Dengan koordinasi yang dilakukan sejak jauh hari, setiap pihak diharapkan memahami perannya masing-masing ketika rangkaian kegiatan mulai berlangsung.
Sebab ketika delegasi sudah mendarat, bukan waktunya lagi bertanya, “Siapa yang bertugas?” Semua seharusnya sudah tahu jawabannya. Dalam kegiatan internasional, koordinasi memang harus selesai di ruang rapat sebelum masalah ikut “mendarat” di lapangan.(***)






