Jumat Berkah Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis: Silaturahmi Jangan Cuma Bertemu Saat Ada Berita
Medan — Jumat biasanya identik dengan rutinitas. Namun, di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Jumat (2/10/2026), suasananya sedikit berbeda.
Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Pewarta Polrestabes Medan berkumpul dalam agenda rutin Jumat Berkah. Bukan sekadar duduk bersama, minum kopi, atau berbagi cerita soal liputan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus merawat hubungan antara insan pers dan kepolisian.
Maklum, dalam dunia jurnalistik, hubungan wartawan dengan narasumber kadang memang unik. Saat ada berita penting, telepon bisa berdering berkali-kali. Tetapi ketika tidak ada agenda, nomor telepon pun kadang mendadak ikut “beristirahat”.
Karena itu, tradisi seperti Jumat Berkah menjadi penting. Silaturahmi tidak semestinya baru dicari ketika wartawan membutuhkan keterangan, atau ketika pihak tertentu membutuhkan pemberitaan.
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran tugas sekaligus memohon perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan amanah masing-masing.
Suasana kemudian berkembang menjadi diskusi santai. Berbagai pengalaman di lapangan dibagikan, termasuk tantangan wartawan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan tetap berpegang pada etika jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya penyebaran kabar melalui media sosial, tugas wartawan memang tidak semakin ringan. Sebaliknya, semakin banyak informasi yang beredar, semakin besar pula tanggung jawab untuk memilah mana fakta dan mana sekadar kabar yang “katanya”.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Kota Medan.
Namun, menjadi mitra tentu bukan berarti kehilangan sikap kritis. Wartawan tetap memiliki kewajiban melakukan kontrol sosial, sementara kepolisian memiliki kewajiban memberikan informasi yang dibutuhkan publik.
Dengan kata lain, bersinergi bukan berarti semua harus selalu sepakat. Kalau semua berita isinya pujian, wartawan bisa-bisa dianggap bukan lagi sedang menjalankan fungsi pers, melainkan sedang mengikuti lomba membuat karangan bunga.
Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH, mengapresiasi kebersamaan seluruh anggota dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jumat Berkah bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan membangun hubungan yang sehat antara media dengan kepolisian.
“Jumat Berkah ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah bukti nyata bahwa kita satu hati, satu tujuan melayani masyarakat dengan tulus. Hubungan harmonis antara media dan kepolisian adalah fondasi agar setiap informasi yang kita sampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat luas,” ujar Chairum.
Ia berharap kebersamaan tersebut terus dipelihara sehingga hubungan antara wartawan dan kepolisian semakin solid serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kebersamaan ini makin erat, senantiasa membawa keberkahan bagi kita semua, dan yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat luas yang kita layani bersama,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para wartawan berbagi pengalaman seputar tugas jurnalistik, perkembangan informasi terkini hingga berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Sebab, membangun hubungan media dan kepolisian tidak cukup hanya dengan konferensi pers, rilis berita, atau bertukar nomor telepon.
Kadang, secangkir kopi dan obrolan sederhana justru menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan.
Jumat Berkah Pewarta Polrestabes Medan pun menjadi pengingat bahwa silaturahmi adalah pekerjaan yang tidak mengenal deadline. Ia tidak harus menunggu ada kasus besar, konferensi pers, atau berita yang sedang ramai.
Sebab, ketika hubungan dibangun dengan komunikasi yang sehat dan saling menghargai, berita tetap bisa kritis, kepolisian tetap bisa transparan, dan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Dan yang paling penting, silaturahmi tidak hanya ramai ketika ada kepentingan. Sebab kalau baru saling mencari saat membutuhkan, itu namanya bukan silaturahmi—itu jadwal kerja sama yang kebetulan belum ditulis di kalender.
(Ded/red)






